Kebangsaan Makalah Opini

Spirit perdamaian di Indonesia (6/11) | Tinjauan sosiologis, politis dan agama untuk antar umat beragama yang harmonis

ahmadiyah
Penulis Syaeful Uyun

Oleh H.M. Syaeful Uyun
Penggalan keenam | SPIRIT Ahmadiyah

 

SEBAGAI seorang muslim Ahmadi, tidak lengkap jika dalam forum ini tidak mengemukakan kearifan Jamaah Muslim Ahmadiyah yang bisa menjadi spirit untuk membangun perdamaian di Indonesia. (Ilustrasi diambil dari Alislam.org) Spirit perdamaian di Indonesia Tinjauan sosiologis, politis dan agama untuk antar umat beragama yang harmonis 628567853402-1341988693

SEBAGAI seorang muslim Ahmadi, tidak lengkap jika dalam forum ini tidak mengemukakan kearifan Jamaah Muslim Ahmadiyah yang bisa menjadi spirit untuk membangun perdamaian di . (Ilustrasi diambil dari Alislam.org)

SEBAGAI seorang muslim Ahmadi, tidak lengkap jika dalam forum ini tidak mengemukakan kearifan Jamaah Muslim Ahmadiyah yang bisa menjadi spirit untuk membangun perdamaian di Indonesia.

Sebagai organisasi toleran dan , Jamaah Muslim Ahmadiyah memiliki banyak kearifan yang bisa dijadikan spirit bagi bangsa Indonesia.

Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah Ḥaḍrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. menulis:

“Segeralah berdamai antara satu sama lain dan maafkanlah kesalahan saudaramu. Sebab, jahatlah orang yang tidak sudi berdamai dengan saudaranya. Ia akan diputuskan perhubungannya, sebab ia menanam benih perpecahan.

“Tinggalkanlah keinginan hawa nafsumu dalam keadaan apa pun, dan lenyapkanlah ketegangan antara satu dengan yang lain. Walau pun seandainya kamu ada di pihak yang benar. Bersikaplah merendah diri seakan-akan kamu bersalah, agar kamu diampuni.”[1]

yang ketiga Ḥaḍrat r.a., sejak 1982, mengkampanyekan sebuah slogan “Love for All, Hatred for None—Cinta untuk Semua, Kebencian untuk Bukan-siapapun”.

Slogan ini dikampanyekan kepada dunia sebagai perwujudan dari sifat dan Ar-Raḥīm Allāh swt.. Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah organisasi yang toleran dan damai dan cinta damai.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Jamaah Muslim Ahmadiyah, di mana-mana, dan ke mana-mana, di seluruh dunia, selalu mengkampanyekan: , , , , , hingga .

Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. bersabda, “Kami meyakini, Jihad itu adalah mengajarkan Islam secara damai, dan Jihad yang sebenarnya adalah menyampaikan pesan Perdamaian.”

 

(BERSAMBUNG)

[1] Mirza Ghulam Ahmad, bahtera Nuh, Jemaat Ahmadiyah Indonesia 2010, hal. 19

 

Halaman 1 | Halaman 2 | Halaman 3 | Halaman 4 | Halaman 5 | Halaman 6 | Halaman 7 | Halaman 8 | Halaman 9 | Halaman 10 | Halaman 11

Tentang Penulis

Syaeful Uyun

Tinggalkan komentar