Kebangsaan Makalah Opini

Spirit perdamaian di Indonesia (8/11) | Tinjauan sosiologis, politis dan agama untuk antar umat beragama yang harmonis

Penulis Syaeful Uyun

Oleh H.M. Syaeful Uyun

Penggalan kedelapan | SEKILAS Tentang Ahmadiyah

 

Spirit perdamaian di Indonesia Tinjauan sosiologis, politis dan agama untuk antar umat beragama yang harmonis AHMADIYAH adalah organisasi murni keagamaan DN JAI mgahsn

AHMADIYAH adalah organisasi murni keagamaan, didirikan dengan tujuan “Menghidupkan kembali agama dan menegakan syari‘at Islam” dan “memenangkan Islam di atas semua agama.” (Ilustrasi dari dokumentasi Dewan Naskah JAI)

SEBELUMNYA telah dikutip beberapa kearifan dari pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah Ḥaḍrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dan para khalifahnya. Tidak lengkap rasanya jika pada forum ini tidak memperkenalkan Jamaah Muslim Ahmadiyah. Berikut sekilas tentang Ahmadiyah sebagai bahan tabayyun.

Ahmadiyah (Aḥmadiyyah; أحمديّة) adalah organisasi dalam Islam. Ia didirikan oleh Ḥaḍrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. (1835-1908†), di kota Ludhianah, India, pada 23 Maret 1889, bertepatan dengan tahun 1306 H.

Ahmadiyah didirikan atas perintah Allāh melalui ilham yang diterimanya, “Buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami. Orang-orang yang bai‘at kepada engkau, sesungguhnya mereka bai‘at kepada Allāh. Tangan Allāh ada di atas tangan mereka.[1]

Ahmadiyah adalah organisasi murni keagamaan, didirikan dengan tujuan “Menghidupkan kembali agama dan menegakan syari‘at Islam” dan “memenangkan Islam di atas semua agama.”

Sebagai organisasi murni keagamaan, Ahmadiyah, berlepas diri dari kancah politik praktis. Ahmadiyah hanya fokus pada bidang agama atau dakwah. Missi dakwah Ahmadiyah saat ini telah berkembang di 207 negara dengan jumlah pengikut lebih dari 200 juta jiwa.

Sejak berdiri, 1889—1947, Ahmadiyah berpusat di Qadian, India. Sejak 1947 hingga sekarang, Ahmadiyah berpusat di , Pakistan. Namun, sejak 1984, organisasi dikendalikan dari , Inggris, karena khalifah yang sekarang berkedudukan di hingga kini.

 

NAMA Ahmadiyah diberikan bukan karena sang pendiri bernama Ahmad. Nama Ahmadiyah diambil dari nama lain Nabi Muhammad saw., yaitu: ‘Ahmad.’

Dalam sebuah , Nabi Muhammad saw. diriwayatkan pernah bersabda, “Saya memiliki lima nama: saya Muḥammad, saya Aḥmad, saya Al-Māḥī—yang dengan sebab sayalah Allāh-swt. menghapus kekafiran, saya Al-Ḥāsyir—yang semua manusia akan dikumpulkan di bawah kaki saya [sepeninggal saya], dan saya Al-‘Aqib, nabi yang terakhir datang” [2]

Muḥammad artinya yang terpuji. Aḥmad artinya yang memuji.

Muḥammad menampilkan sifat jalal atau kegagahan. Ahmad menampilkan sifat jamal atau kelemah-lembutan serta keindahan.[3]

Ḥaḍrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengambil nama ‘Ahmad’ untuk nama organisasi yang didirikannya karena, menurutnya, zaman saat ini adalah zaman kebangkitan kembali Islam untuk kedua kalinya—dan untuk selama-lamanya—yang akan dicapai dengan ke-Ahmad-an Nabi Muhammad saw..[4]

Nama Ahmadiyah pun mencerminkan perjuangan Jamaah Ahmadiyah mewujudkan missi menghidupkan-kembali-agama-dan-menegakan-syari‘at-Islam dan memenangkan-Islam-di-atas-semua-agama hanya akan ditempuh dengan cara-cara terpuji, dengan cara-cara santun dan damai, serta dengan menampilkan keindahan, kecantikan, dan ketinggian akhlak Nabi Muhammad saw..

yang kedua, Ḥaḍrat r.a. menjelaskan:

“Nama Ahmadiyah tidak menunjukan agama baru. Nama Ahmadiyah dimaksudkan supaya jamaah ini dapat ditampilkan kepada dunia, nyata bedanya daripada kalangan lain yang juga menyebut dirinya orang Islam.

“Dewasa ini, tiap golongan menamai diri masing-masing menurut daya khayal masing-masing. Nama Ahmadiyah diambil dengan tujuan untuk membedakan dengan golongan lain yang didirikan menurut daya khayal mereka masing-masing.”[5]

Berlatar nama ‘Ahmad’, nama lain Nabi Muhammad saw., yang menampilkan kecantikan dan keindahan akhlak Nabi Muhammad saw.. Ahmadiyah adalah organisasi Islam yang toleran dan damai. Ke mana-mana dan di mana-mana, Ahmadiyah senantiasa mengkampanyekan dan .

Tidak mengherankan, jika Ahmadiyah mempunyai motto: Islam =Peace; Ahmadiyah =Love for All, Hatred for None. Dan, tidak mengherankan jika Jamaah Ahmadiyah, di mana-mana dan ke mana-mana, di seluruh dunia, selalu mengkampanyekan: ; ; kesetaraan; penghormatan; perdamaian; —Love for All, Hatred for None.

 

(BERSAMBUNG)

[1] Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Bahtera Nuh, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 2010, hal. iii

[2] Lihat, HR. Bukhari dan Muslim, Syekh Usamah Ar-Rifa’i, Tafsirul Wajiz, Gema Insani, Cetakan pertama, Zulhijjah 1429H/Desember 2008, hal. 554

[3] Lihat, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Rohani Khazain, Jilid 15, hal. 526-528, Darsus|Volume VII, Nomor 2-3, Edisi Februari-Maret 2012

[4] Lihat, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Rohani Khazain,  Jilid 15, hal. 526-528, Darsus|Volume VII, Nomor 2-3, Edisi Februari-Maret 2012

[5] Lihat, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, Da’watul Amir Seruan Kepada Kebenaran, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 2007, hal. 1-2

 

Halaman 1 | Halaman 2 | Halaman 3 | Halaman 4 | Halaman 5 | Halaman 6 | Halaman 7 | Halaman 8 | Halaman 9 | Halaman 10 | Halaman 11

Tentang Penulis

Syaeful Uyun

Tinggalkan komentar