Opini

Surat Cinta Untuk Saudaraku Pendemo Ahok

surat

Wahai cintaku,

Kita dibesarkan di Negara yang sama. Dilahirkan di tanah air yang sama. Kita sama-sama menganut . Berbeda-beda tetapi satu jua. Itu slogan persatuan kita. Persatuan di dalam perbedaan. Demi mencapai yang damai dan sentosa. Tidak ada kerusuhan atas nama Agama. Presiden Soekarno pun menghapus kata “Syariah ” pada Pancasila. Karena Bung Karno tahu, bahwa dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia semua bahu-membahu. Para pejuang tidak memandang apa agama atasan mereka, apa agama rekan mereka, yang penting kemerdekaan tercapai.

Semua pemuka Agama turut menghimbau para pengikutnya untuk terus berdoa demi kemerdekaan Indonesia. Termasuk Pimpinan Jemaat Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Khalifah ke-2, Hadhrat Mirza Bashirudin Mahmud Ahmad ra. Ia menyerukan kepada pemimpin negara Islam di seluruh dunia agar serentak mengakui berdirinya pemerintah Indonesia. Pada Desember 1946, Ia juga menginstruksikan agar seluruh anggota Ahmadiyah di seantero dunia melakukan puasa Senin Kamis dan memohon do’a kepada Allah SWT guna menolong bangsa Indonesia dalam perjuangannya. Dukungan ini tercatat dalam Surat Kabar Kedaulatan Rakjat, edisi Selasa Legi, 10/12/1946.[1]

Wahai cintaku,

Sekarang, 71 tahun lamanya kita merdeka. Dari generasi ke generasi seluruh penduduk Indonesia menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, di tengah masyarakat yang majemuk. Lantas, apakah kalian ingin menghancurkan persatuan itu dengan aksi demo massal tanggal 4 November nanti? Apakah kalian ingin menyiakan-nyiakan usaha The Founding Fathers kita? Bukankah lebih baik setiap isu SARA yang ada ditangani oleh pihak berwajib? Bahkan sendiri sudah datang sendiri ke Bareskrim Polri untuk diklarifikasi. “Saya pikir, saya datang supaya bisa memberikan klarifikasi kepada polisi atas yg kasus pulau seribu. (Kasus apa pak di pulau seribu?) Yang soal surat al-Maidah,” kata di Bareskrim Polri, Senin (24/10/16).[2]

Wahai cintaku,

Tidaklah kalian berpikir mengapa kelompok Islam Radikal seperti FPI/FUI terus mengajak kalian untuk berdemo menolak Ahok? Seolah-olah mereka menutup mata, bahwa pada Senin (10/10) pagi Ahok sudah meminta maaf kepada umat Islam terkait ucapannya soal surat Al Maidah ayat 51 yang dianggap sejumlah pihak melecehkan agama Islam.[3]Pihak berwajib juga sudah memprosesnya. Polisi bahkan cepat menangani “kasus” ini agar kondisi damai terpelihara, tetapi kenapa FPI malah menunda-nunda?. “FPI minta ditunda, minta Selasa atau Rabu (pekan ini). Padahal, kami maunya cepat (usut kasus Ahok),” ujar Kapolri Pak Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin (31/10/2016[4].

Sadarlah, ada agenda terselebung dibalik aksi demo ini. Kita tahu, FPI dan sama-sama kelompok radikal yang berjuangkan menegakan Syariat Islam. Jika berjuang di Irak dan Suriah maka FPI memperjuangkannya di Indonesia. Hal ini terbukti dalam maklumat FPI tentang . Pada poin 1, tertulis FPI tetap ISTIQOMAH dalam perjuangan Penerapan Syariat Islam secara Kaaffah di NKRI melalui koridor syar’i dan konstitusi. Untuk mewujudkan ini, tentu mereka membutuhkan masa di berbagai daerah.  Karena itu, mereka harus berusaha mengumpulkan masa. Salah satunya caranya dengan mengundang kalian pada “Aksi Bela Islam” ini secara besar-besaran.

Apalagi Badan Nasional Penanggulangan (BNPT) menerangkan ratusan warga negara Indonesia (WNI) simpatisan ISIS mulai pulang dari Suriah dan Irak ke Tanah Air.  “Ada 50 orang sudah kembali. Masih ada di sana 400 orang lebih,” kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (28/10)[5].  Otomatis, mereka pun akan memperjuangkan syariat Islam di NKRI ini.

Wahai cintaku,

Mudan-mudahan kalian sudah tersadarkan, niat tersembunyi dibalik aksi demo ini. Terakhir, saya ingin menyampaikan nasihat dari Pimpinan Jemaat Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Khalifah ke-5, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Pada 17 Oktober 2016, Beliau menyampaikan pidato bersejarah di hadapan lebih dari 225 pendengar pada sebuah resepsi khusus di Gedung Sir John A. Macdonald di Parlemen Kanada di Ottawa, yang berjudul: Nilai-nilai kemanusiaan- Pondasi bagi perdamaian dunia

Tentang perlunya persatuan di dalam masyarakat Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Terlepas dari perbedaan latar belakang, saya yakin kita semua diikat bersama atas dasar kemanusiaan dan oleh karena itu, kita seharusnya bersatu. Semua orang dan organisasi harus bersama-sama berusaha menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan berjuang mewujudkan dunia yang kita huni ini menjadi tempat yang lebih baik dan jauh lebih harmonis.

Sebagai buah dari berbagai bentuk komunikasi dan transportasi masa kini, sekarang kita semua semakin dekat dan tidak lagi terbatas ataupun terikat oleh batas geografis. Namun menjadi sebuah paradoks yang aneh dan tragis ketika kita sebenarnya semakin menjauh dari hari ke hari meskipun memiliki hubungan yang lebih dekat daripada sebelumnya. Sungguh disayangkan bahwa bukannya bersatu dan saling menyebarkan cinta kasih kepada umat manusia, dunia lebih condong terhadap penyebaran kebencian, kezaliman dan ketidakadilan.”

Kemudian terkait aksi penegakan syariat Islam dengan pemaksaan seperti yang ISIS lakukan”, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Sayangnya, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa kelompok Muslim yang keyakinan dan tindakannya bertentangan dengan ajaran-ajaran Al-Quran. Mereka melakukan kezaliman dan aksi terosime atas nama Islam yang jelas-jelas melanggar ajaran pokok agama ini.

“Al Quran dengan gamblang menyatakan dalam surah Al-Baqarah: 257, ‘Tidak ada paksaan dalam agama’. Betapa jelas dan tegasnya pernyataan ini yang menghidupkan kebebasan berpikir, beragama dan berkeyakinan. Dengan demikian, menurut keyakinan dan ajaran saya, setiap orang di setiap dusun, desa, kota ataupun negara memiliki hak yang tidak dapat dicampuri, untuk mengikuti agamanya serta menjalankannya.”

Wahai cintaku, mari kita laksanakan nasihat beliau dengan baik. Semoga keutuhan NKRI tetap terjaga selamanya, Amiin.

Daftar Pustaka

[1] http://www.kompasiana.com/akhmadfaizalreza/bung-karno-dan-ahmadiyah_552cae026ea83492398b4573

[2]http://kbr.id/berita/10-2016/ahok_datang_ke_bareskrim_polri/86167.html

[3]http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/10/161010_indonesia_komentar_ahok_mintamaaf

[4] http://manado.tribunnews.com/2016/10/31/kapolri-fpi-minta-ditunda-padahal-kami-mau-cepat-usut-kasus-ahok

[5] http://mediaindonesia.com/news/read/74484/bnpt-pantau-kepulangan-simpatisan-isis/2016-10-28

[6] http://ahmadiyah.id/siaran-pers/pidato-bersejarah-khalifah-ahmadiyah-di-parlemen-nasional-kanada

Sumber Gambar: http://dearhomeland.com/how-to-contribute/tips-for-writing-a-letter/

 

Tentang Penulis

Fariz Abdussalam