Opini

Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

ibu

Seorang sosok yang mulia

Yang hadir di tengah kehidupan ini

Yang telah merawat kita

Dan menjadikan kita lebih berarti

Malam ini langit mulai gerimis, membasahi bumi yang sebelumnya tandus menjadi lebih berarti. Aku saat ini sedang dinas malam di suatu fasilitas kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi laporan kasus di setiap akhir semester. Suatu pengalaman yang sangat berarti ketika aku harus dinas dari malam hingga fajar tiba. Menjadikan diri aku seseorang yang berguna

Saat ini jam menunjukkan pukul 02.00 WIB. Aku menahan kantuk yang sudah aku tahan dari 4 jam yang lalu. Ya, memang tidak mudah. Tetapi aku ikhlas melakukannya jika suatu saat pasien akan datang dan meminta bantuan kepada aku. Sambil mengerjakan laporan semester akhir, aku melewati malam yang begitu panjang. Benar ternyata dugaan aku. Saat 10 menit kemudian datang seorang laki-laki yang terlihat panik.

“Permisi, ada yang melahirkan” dengan nada yang panik
“Iya, sebentar pak” aku jawab dengan nada santai
“Tapi istri saya sudah lahiran di mobil” jawabnya dengan lesu
Seketika aku kaget bukan kepalang “Serius pak? Kok bisa?? Terus gimana kondisinya sekarang?”
“Masih di mobil sekarang” jawabnya lagi
Seketika aku menghentikan tugas aku dan memanggil petugas yang lain untuk menolong dan bayinya

Sampai di mobil yang di kendarai pasien, terlihat kondisi ibu yang sangat kesakitan dan kondis bayi yang kulitnya pucat dan kedinginan yang masih ada harapan untuk hidup. Seketika aku dan petugas lainnya berusaha menolong nyawa mereka.

Aku menolong ibu yang sangat kesakitan akibat kelahiran yang tidak terduga. Sedangkan petugas lainnya menolong bayi yang tidak menangis sejak lahir untuk dibantu menangis, karena jika bayi tidak menangis merupakan tanda tidak bernafas. Segala hal dilakukan bagaimana caranya supaya menangis. Saat aku sedang menolong ibu, seketika ibunya berkata dengan suara merintih.

“Bayi saya tidak apa-apa kan?”

Hatiku langsung kaget dan terenyuh. Bagaimana tidak. Kondisi mereka saat itu sama-sama kritis. Di tengah kesakitan yang sangat luar biasa sempat memikirkan kondisi bayinya, seolah-olah tidak merasakan sakit yang di alaminya.

____________________________________________________________

Kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari perjuangan ibu untuk anaknya. Seorang sosok manusia yang telah mengandung kita, merawat kita dari kecil, dan melatih kita dari tidak ada apa-apa menjadi seseorang yang berarti. Ketulusan hati seorang ibu merupakan anugrah yang telah diberikan dari Allah SWT. Dengan tangguhnya seorang ibu bisa merawat kita dengan sabar dan tanpa pamrih. Sudah sepantasnya kita harus menghormati ibu kita

Tapi, apa yang kita lakukan saat ini kepada ibu kita. Seringkali ketika ada perbedaan pendapat sedikit saja kita langsung berdebat. Seringkali kita membantah perkataan seorang ibu dan menganggap hanyalah angin lalu. Seringkali kita mengabaikan pesan yang muncul di telepon genggam kita, walaupun hanya menanyakan kabar. Mungkin kita menganggap hal tersebut adalah sepele, tapi apakah bagi seorang ibu demikian?

Sering sekali aku menemui kaum ibu dan mereka bangga dengan pencapaian dan prestasi anaknya dalam bidang akademik maupun non akademik. Aku turut bangga mendengarnya.

Tetapi ketika aku bertanya “Bagaimana Bu kabar anaknya sekarang?” Mereka langsung diam seribu kata. Mereka berkata bahwa anaknya jarang memberi kabar akibat terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Tetapi mereka yakin dan berdoa supaya anaknya dalam perlindungan Allah.

Betapa dosanya diri kita yang telah mengabaikan keadaan seorang ibu. Di usia nya saat ini, ibu telah merawat kita tanpa memikirkan kondisinya. Kita terkadang sering lupa.

Di tengah keberhasilan kita, ada doa ibu yang tersirat di tengah malam. Ibu mendoakan kebaikan dan keberhasilan bagi kita. Mereka tidak peduli seberapa sakit yang dialaminya. Asalkan anak nya bahagia, ibu juga akan bahagia.

Di dalam Al Qur’an telah dijelaskan dalam surah Al Ahqaf ayat 15

 وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Selain itu Allah juga berfirman pada surah Al Isra ayat 23-24

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Apakah kita hari ini sudah memberi kabar ke ibu kita? Pernahkah kita mengatakan sayang ke ibu kita secara langsung? Mulailah dari hari ini kita merubah sikap kita untuk menghormati sosok seorang ibu. Jangan pernah malu untuk berkata bahwa kita sayang ibu, karena ibu tidak akan tahu kalau kita menyayanginya jika tidak bisa di implementasikan dengan perbuatan dan perkataan.

Penting bagi kita saat ini untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang pernah kita buat, baik tidak disengaja maupun yang disengaja. Seorang sosok mulia yang telah diciptakan oleh Allah yang bersama-sama melewati suka dan duka hidup kita. Mari kita sayangi ibu kita sebelum semuanya terlambat

Selamat !

Sumber:

http://tafsirq.com
http://ahmadiyah.id/khotbah/sifat-allah-as-salaam-bagian-ke-4

Sumber Gambar: https://ak6.picdn.net/shutterstock/videos/28573606/thumb/1.jpg?i10c=img.resize(height:160)

 

Tentang Penulis

Nabilah Hurul Aini

Tinggalkan komentar