Opini

Tafsir tentang Sayap Malaikat

Al-Qur'an
Penulis Ammar Ahmad

Al-Quran menyampaikan bahwa para itu memiliki dengan jumlah yang berbeda-beda. Demikian juga dari hadits-hadits, kita dapat mengetahui bahwa memang malaikat itu bersayap. Coba kita perhatikan ayat berikut ini:

“(Allah) Yang menjadikan para malaikat sebagai utusan-utusan yang memiliki sayap dua, tiga, dan empat.” (QS.Fatir 35:2)

Dari ayat ini jumlah sayap yang dimiliki seorang malaikat bisajadi dua, tiga dan empat sayap. Dalam suatu riwayat Rasulullah saw pernah bercakap-cakap dengan malaikat Jibril dimana salah satu ucapan malaikat Jibril kepada Rasulullah saw adalah, “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku hanya membentangkan dua sayap. Sesungguhnya aku memiliki 600 sayap, yang ukuran setiap sayapnya seluas antara timur dan barat”(Kitab Tafsir Sowi jilid 4 hal. 176). Dari riwayat ini kita ketahui bahwa malaikat Jibril bahkan memiliki 600 sayap. Jauh lebih banyak dari malaikat yang lainnya.

Lalu apakah sayap ini adalah sayap lahiriah ? atau kata sayap ini harus kita maknai secara metafora ?

Untuk mengetahuinya kita perlu terlebih dahulu menganalisa kata “sayap” dalam bahasa yang digunakan pada ayat diatas. Kata bahasa pada ayat diatas yang kemudian diterjemahkan menjadi sayap adalah Ajnihatun. Dalam kamus Arabic-English Lexicon karya E.W. Lane kata Ajnihatun juga merupakan lambang kekuatan dan kemampuan. Artinya sayap disini bisa diartikan sebagai lambang dari kekuatan dan kemampuan malaikat. Kekuatan dan kemampuan inilah yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada para malaikat untuk mengatur, menjaga dan mengawasi segala urusan yang berlaku di alam jasmani (QS.Al-Nazi’at:6).

Makna lain dari sayap ini adalah sifat-sifat Ilahiah. Artinya sebagaimana manusia, para malaikat pun dapat memiliki sifat-sifat Ilahiah dalam ukurannya sebagai mahluk. (Al-Quran Terjemah dan Tafsir Singkat, JAI cet. Kelima tahun 2014 hal. 1502)

Jumlah sayap yang berbeda menunjukkan perbedaan derajat para malaikat sesuai dengan kepentingan pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka masing-masing. Artinya sebagian malaikat dianugerahi kekuatan-kekuatan dan sifat-sifat yang lebih besar dari yang lain. Malaikat Jibril adalah penghulu para malaikat sehingga pekerjaan yang sangat penting yakni menyampaikan wahyu kepada para utusan Tuhan diserahkan kepadanya. Bahkan penyampaian wahyu Ilahi dilaksanakan di bawah asuhan dan pengawasannya.

Mengenai salah satu tugas malaikat yakni menjaga keselamatan seseorang, Masih Mau’ud as bersabda:

“Segala sesuatu yang memiliki ruh akan dijaga oleh para malaikat” (Ayena Kamalati , Qadian, Riyadh Hind Press, 1893; Ruhani Khazain, vol.5, hal.77, London, 1984)

Bahkan beliau menyampaikan bahwa semua planet, bintang-bintang, matahari, bulan dan lain-lain, semuanya itu berada dibawah pemeliharaan malaikat-malaikat. Dengan kata lain, masing-masing ciptaan tersebut memiliki seorang malaikat yang menjaga dan memungkinkan dirinya berfungsi secara patut (Ayena Kamalati Islam, Qadian, Riyadh Hind Press, 1893; Ruhani Khazain, vol.5, hal.77, London, 1984).

Beliau juga menyampaikan salah satu contoh upaya penyelamatan malaikat terhadap manusia yakni sebagai berikut:

“Bila ada seseorang yang sedang berdiri disuatu tempat berdekatan dengan sebuah dinding tinggi yang akan roboh, dalam hal seperti itu tidak akan ada seorang malaikat datang menggendong orang itu dengan tangannya dan membawanya pergi ke tempat yang aman. Apabila orang itu termasuk mereka yang akan diselamatkan, malaikat akan datang menyampaikan pesan agar ia bergegas meninggalkan tempat tersebut.” (Ayena Kamalati Islam, Qadian, Riyadh Hind Press, 1893; Ruhani Khazain, vol.5, hal.99, London, 1984).

Dari pemaparan kajian tafsir diatas kita dapat tarik kesimpulan bahwa sayap malaikat tidak selamanya dapat dipahami sebagai sayap jasmani sebagai salah satu anggota tubuhnya. Meski tidak kita pungkiri bisa jadi itu adalah sayap lahiriah sebagai anggota tubuh malaikat. Allah Ta’ala lah Yang lebih Tahu dalam hal ini.

Namun dari kajian ilmu tafsir kata ajnihatun tidak selamanya berarti sayap jasmani. Kata itu juga bisa dimaknai sebagai kekuatan dan kemampuan yang mana salah satu kemampuannya adalah menjaga manusia secara spiritual. Inilah salah satu kajian tafsir dari sayap malaikat.

Sumber Gambar: https://muslimvillage.com/2016/04/21/118052/beauty-wonder-learning-quran/

Tentang Penulis

Ammar Ahmad