Opini

Tanggapan Islam Terhadap Peningkatan Aksi Terorisme di Dunia

terorisme

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Al-Baqarah:256)

Lebih dari 1500 tahun yang lalu, Nabi Muhammad saw telah menubuatkan tentang kondisi rohani mukmin di akhir zaman. Beliau saw bersabda : “ Akan datang suatu masa di mana tidak ada bekas dari Islam selain namanya, tidak ada bekas dari Al-Quran selain tulisannya, mesjid-mesjid dipenuhi dengan penyembah akan tetapi kosong dari petunjuk dan para ulama akan menjadi makhluk yang paling hina di bawah langit dan rencana rencana syaitan lahir dari mereka dan kepada syaitanlah mereka kembali.”

Lebih kurang 30 tahun belakangan ini kemunculan dan perkembangan organisasi teroris seperti Al Qaeda, Hamas, Taliban, dan yang baru-baru ini Boko Haram dan Persatuan Islam yang dikenal sebagai ISIS memberikan efek peningkatan terhadap sejumlah pertanyaan yangmana banyak dari pertanyaan pertanyaan tersebut bertentangan dengan pemikiran umum pada beberapa aspek : apakah organisasi tersebut benar-benar organisasi Islam ? Apakah Islam benar-benar sebuah agama yang mengajarkan kekerasan? Dan apakah ada penanggulangan terhadap permasalahan teroris ini ?

Organisasi ini telah melakukan pembunuhan besar-besaran secara brutal dan menanamkan ketakutan ke dalam hati orang-orang dengan mengatasnamakan Islam. Bagaimana pun juga tindakan brutal dan ideologi yang tak berperi kemanusiaan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama. Kenyataan yang paling utama adalah para anggota teroris ini sama sama kekurangan satu hal yang paling penting yang dapat membimbing mereka yaitu pengetahuan ajaran islam. Pada tahun 2008 sebuah warta rahasia dari intelligent militer inggris (MI5) melaporkan bahwa “mereka jauh dari sebutan pengikut setia agama, sejumlah besar dari mereka yang terlibat aksi teroris ini tidak mengamalkan secara teratur kepercayaan mereka. Kebanyakan dari mereka buta agama dan dianggap sebagai orang yang baru beragama.”

Analisis intelejen militer Iinggris ini menekankan bahwa diantara anggota organisasi tersebut terdapat sejumlah mualaf (orang yang baru pindah agama) yang tidak layak dan ada yang merupakan pecandu narkoba, peminum dan pengunjung tempat tempat prostitusi, yang mana semua itu tanpa diragukan lagi adalah hala hal yang terlarang dalam islam. Warta ini menyimpulkan bahwa “sebuah identitas agama yang kokoh sebenarnya melindungi dari hal hal kekerasan yang radikal.”

Jadi apa tanggapan islam mengenai peningkatan organisasi teroris dunia ini? Lebih dari 1500 tahun yang lalu, sebelum Al Qaeda, Taliban, Boko Haram ataupun ISIS merupakan gagasan yang timbul dari pemikiran pemikiran yang sakit, sinting dan individu-individu yang rohaninya telah mati, Tuhan telah berurusan dengan isu-isu teroris ini, Allah swt di dalam Al Quran mengajarkan muslim untuk jangan pernah menjadi seorang teroris dalam keadaan apapun. Salah satu ayat dalam Al Quran mengatakan :

…. وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ……….( )

Dan fitnah  itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan

Maknanya bahwa di pandangan Allah swt menggangu atau terus menerus membuat orang orang ketakutan pada kehidupan mereka, lebih buruk dari pada membunuh”

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);

Hal ini menjelaskan bahwa tak seorang pun yang berhak untuk memaksa seseorang untuk menuruti keinginan mereka atau memaksa orang lain untuk mengikuti jalan pikiran mereka.

Sebenarnya, Allah swt telah menaruh berbagai macam prinsip dasar peperangan di dalam al quran, salah satu dasar utama adalah surah 22 ayat 40-41 ketika Allah swt menetapkan dasar-dasar dalam pertahanan perang. Izin diberikan kepada Muslim untuk membalas terhadap sebuah serangan yang tidak memprovokasi, hanya setelah perang itu dimulai oleh kelompok yang menyerang, dan hanya demi kebebasan beragama, yakni kebebasan untuk semua agama dapat ditegakkan. Dan ayat-ayat ini menyatakan bahwa jika Tuhan tidak memberikan izin dan tidak memukul mundur beberapa orang tersebut dengan tujuan tertentu, biara, gereja, sinagog (tempat ibadah umat yahudi) dan masjid akan dihancurkan. Hal yang ditekankan di sini adalah bahwa Allah swt menyebutkan bahwa kehancuran masjid terjadi setelah menyebutkan kehancuran rumah ibadah lainnya- karena kebebasan dari semua agama lainnya adalah sama.

Islam tidak memerintahkan untuk berperang akan tetapi hanya diizinkan untuk berperang dalam bertahan jika mereka tertindas. Dan izin bukanlah sesuatu yang mencerminkan keinginan. Islam tidak mau para pengikutnya untuk terjun ke medan perang, akan tetapi dalam kenyataannya bahwa dalam sejarahnya Islam tidak memiliki pilihan lain selain berperang, oleh karena itulah izin diberikan untuk melakukan hal itu.

Seorang teroris yang melakukan bom bunuh diri tidaklah memulai tujuannya yang tertulis di dalam Al Quran. Dan jika seorang teroris membuka Al Quran maka ia akan menemukan berbagai macam ayat yang secara jelas mengemukakan tanggapan Islam terhadap peningkatan organisasi teroris dunia.

  • Dalam surah AL-Baqarah ayat 194, mereka akan membaca bahwa selama perang, sekelompok orang yang ada ikut perang itu hanya akan berperang sampai tidak ada lagi penganiayaan dan agama sekali lagi dapat berjalan dengan bebas untuk semua orang. Ayat ini mengatakan bahwa jika pihak penindas berhenti dan kekacauan pun berhenti maka tidak diperlukan lagi permusuhan; “dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.”
  • Dalam surah An-Nisa ayat 20, Boko haram akan tertarik menemukan dalam al quran bahwa: “….. tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata……..”
  • Dalam surah Al-Maidah ayat 9, Allah menginstruksikan kepada semua muslim untuk selalu berlaku adil, sebagaimana tertulis dalam pernyataan perang: “….. janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah…..”
  • Dalam surah Al-Maidah ayat 33, Allah menyatakan bahwa membunuh orang yang tidak bersalah layaknya membunuh semua orang, dan jika menyelamatkan nyawa satu orang sama halnya menyelamatkan nyawa semua orang: “……Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya.dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya….”
  • Dalam surah AL-Anfal ayat 62, jika pihak penindas kemudian condong kepada kedamaian dan melakukan perbaikan maka orang orang muslim heruslah menerima mereka tanpa bertanya tanya apakah mereka menjadi baik: “ dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”
  • Lalu, di dalam surah An-Nahl ayat 127, Allah swt memerintahkan kepada semua muslim untuk jangan pernah membalas dengan balasan yang lebih berat “ dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.”
  • Dlam surah Yunus ayat 100, jika Allah berkehendak maka Ia bisa saja memaksakan kehendak-Nya kepada semua orang untuk beriman. Akan tetapi Allah memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memilih: “dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka Apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”
  • Dan dalam surah Al-Kahf ayat 30, Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw agar menyampaikan kepada dunia bahwa kebenaran telah datang dari Tuhan dan mereka bebas untuk memilih untuk menerima atau menolaknya: “dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”

Sekarang, anda mengetahui bahwa semua yang disebutkan di atas itu adalah ajaran islam, lalu mengapa organisasi teroris bertindak sebaliknya ? Jawabanya sederhana saja yakni karena mereka hanya ingin memenuhi keinginan duniawi mereka saja. Tujuan mereka bukanlah agama. Mereka berkeinginan untuk mengejar duniawi dengan mengatasnamakan agama melalui kebrutalan dan pembunuhan. Nyatanya, motivasi dan tujuan mereka tidak ada hubungannya dengan agama.

Baru baru, seorang jurnalis Perancis bernama Didier François, telah ditahan sebagai tawanan ISIS selama 10 bulan sebelum bebas, ia menceritakan pengalamannya selama penangkapan. Ia berkata bahwa penawan ISIS yang menaruh sedikit perhatianterhadap agama menyatakan “ tidak pernah benar benar ada diskusi tentang ayat- ayat Al-Quran. Ini bukanlah diskusi keagamaan. Ini merupakan diskusi politik yang lebih mereka percaya itu lebih menekankan kepada hal-hal politik daripada mengajarkan kami Al-Quran. Ini semua tidak ada hubungannya dengan Al-Quran.” Ketika si jurnalis bertanya kepada si teroris bagaimana cara mereka menadili dengan memenggal kepala orang orang dan berbagai tindakan kekerasan mereka, mereka tidak pernah menjawabnya. Mereka menjawabnya dengan sederhana bahwa mereka menjalankan keinginan mereka sekehendak mereka sendiri dan mereka akan terus melakukan hal tersebut.

Orang-orang inilah yang dinubuatkan oleh Rasulullah saw yang akan muncul di akhir zaman. Rasul saw bersabda :” ketika Islam mengalami kemunduran maka akan muncul “segolongan orang yang memiliki pemikiran yang belum matang dan bahkan bodoh.”

Mereka akan berbicara dengan kata-kata yang indah akan tetapi melakukan perbuatan yang bengis lalu mereka menyeru orang orang kepada Al-Quran akan tetapi sebenarnya mereka tidak ada hubungannya dengan itu. Hal inilah yang secara sempurna tergambar pada ISIS, yang terdiri dari anak anak muda yang memiliki pemikiran yang belum matang dan bahkan bodoh, yang kemudian berangkat ke negri barat untuk bergabung dengan mereka.

Akan tetapi Nabi Muhammad saw tidak hanya menubuatkan tentang kemunduran Islam, beliau juga menubuatkan solusi dan jalan keluar untuk permasalahan ini. Ketika beliau membicarakan tentang kemunduran islam seorang sahabat (Huzaifah bin Yaman ra) bertanya jika pada masa itu ia masih hidup, apa yang harus ia lakukan? Nabi Muhammad saw menjawab bahwa ia harus mengikat dirinya dengan sungguh-sungguh dengan jamaah muslim dan kepada khalifahnya.

Di kesempatan lain, seorang sahabat bertanya kepada beliau perihal jamaah itu dan jamaah yang mana yang beliau bicarakan lalu beliau menjawab “ orang orang itu menyerupai diriku dan sahabat sahabatku” inilah kabar suka, yang kenyataannya bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah-lah yang telah secara sempurna mengikuti ajaran murni Islam sebagaimana yang telah Rasulullah saw amalkan.

Setelah kewafatan pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, dilanjutkan dengan sistem khilafat yang hingga hari ini terus berjalan. Dan pemimpin tertinggi komunitas kita yakni Mirza Masroor Ahmad aba adalah khalifah Islam yang sebenarnya dan merupakan pemenang dari kedamaian. Inilah kepemimpinan Islam yang sebenarnya yang dinamakan Khilafat Ahmadiyah yang mana telah berdiri 129 tahun dan tersebar ke 207 negara, tidak satupun dari anggotanya yang pernah terlibat organisasi teroris.

Pada kenyataannya inilah organisasi yang berdiri dalam kedamaian. Jamaah ini tidak penah menggunakan kekerasan dan paksaan terhadap seseorang untuk memilih melainkan jamaah ini telah memenangkan hati orang orang melalui cinta damai. Mirza Tahir Ahmad ra, Khalifa Keempat Jamaah Muslim Ahmadiyah menyatakan bahwa “ Pedang dapat mengusai wilayah tapi tidak hati mereka; kekerasan dapat mengikat kepala mereka tapi tidak pemikiran mereka. Jadi Khilafat Ahmadiyah hanyalah kegiatan Islami yang menghentikan ekstrimisme dan terorisme dan merupakan yang paling vokal melawan hal hal tersebut.

Sumber :

  1. Mishkatul Masabih, Faslut-Thalith, Kitabul ‘ilm
  2. http://www.theguardian.com/uk/2008/aug/20/uksecurity.terrorism1
  3. http://edition.cnn.com/2015/02/03/intl_world/amanpour-didier-francois/
  4. Sahih Bukhari,Kitabul Manaqid
  5. http://www.alislam.org/jihad/sword.html
  6. Islam’s response to contemporary issue, p.31
  7. Pidato Jalsa Salana Canada 2015

Sumber Gambar: http://jis.gov.jm/anti-terrorism-training-public-private-sector-personnel/

Tentang Penulis

Muhammad Talha

Tinggalkan komentar