Opini

Tatkala Sabda Nabi Muhammad SAW Tak Lagi Penting

Penulis M. Sufi

Indonesia adalah negeri yang makmur, kaya ragam kuliner, kaya adat istiadat, kaya Bahasa, kaya sumberdaya manusia maupun alamnya, kaya akan rempah, kaya akan suku dan kaya senyum ramahnya.  Karena kekayaan itu semua, jamak dari masyarakat dunia mengakui sekaligus mengagumi yang namanya Indonesia.

Dari kekayaan itu semua Indonesia juga sangat kaya sekali dengan masalah.  Hal ini juga muncul karena jamaknya cara pandang masyarakatnya tentang masalah-masalah domestik.  Lebih-lebih di era berkembang pesatnya Teknologi Informasi, medsos setiap detik berita dapat kita nikmati.

Jalan, merupakan sarana  publik yang sangat vital disebuah Negara.  Oleh karena itu jalan diatur sesuai kebutuhan. Definisi jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air. Kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum. Jalan khusus adalah jalan yang di bangun oleh instasi, badan usaha. Perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri.

Akses jalan yang baik dapat memperlancar kegaiatan warga dari yang bermanfaat sampai yang tidak bermanfaat. Jalan memberikan dukungan pada peningkatan ekonomi, pendidikan, hiburan dan kegaiatan sosial lainnya di suatu negara.  Ketika akses jalan tidak baik maka segala kegiatan akan melambat. Dapat dibayangkan jika akses jalan itu rusak atau bahkan macet, satu sisi ada keluarga kita yang segara harus dibawa ke Rumah Sakit karena harus segera mendapat pertolongan.

Maka akan sangat dirasakan sekali hambatan di jalan sekecil apa pun itu merupakan sesuatu yang menentukan keselamatannya.  Penggunaan fasilitas umum atau apapun itu yang akan berdampak pada terganggunya lalulintas jalan maka sebaiknya dikomunikasikan kepada aparat pemangkunya, karena sudah ada pasa-pasal yang mengatur mengenai penggunaan jalan.

Indonesia sebagai negara yang menganut asas demokrasi, tak terhitung berapa kali masyarakat menggunakan fasilitas umum seperti jalan sebagai tempat untuk berdemonstrasi menyampaikan aspirasi.  Sehingga tak sedikit pengguna jalan terganggu oleh kegiatan demonstrasi tersebut. Bahkan ada yang membuat teatrikal sholat yang dilakukan beberapa ormas yang kita dengar membela . Bahkan slogan teriakan mereka nyaring dan menggunakan diksi-diksi yang menunjukkan pada publik bahwa mereka orang-orang yang memperjuangkan dan paling mengerti .

Bahkan jamak sekali kita temukan acara-acara keagamaan, , perkawinan yang menggunakan jalan bahkan hingga menutup akses jalan, belum lagi pedagang kaki lima, taksi online, parker sembarangan. Hal ini benar-benar menjengkelkan. Pantas saja Yang Mulia , sangat menganjurkan ummatnya untuk tidak membuang barang kotor, najis, batu ke tengah jalan dan melakukan kegiatan yang daripadanya dapat menimbulkan kesulitan bagi orang lain yang menggunakan jalan umum.

Oleh karena telah ada aturan pasal yang mengatur maka diperlukan profesionalisme aparat pemangku kebijakannya untuk menyelenggarakan sesuai amanah undang-undang, sehingga tak perlu lagi ada aksi dari warga yang main turun kejalan demi menegakkan hak para pejalan kaki.  Kepada masyarakat haruslah mengurangi egosentrinya demi ketertiban dan kemaslahatan bersama.  Semoga Indonesia bertambah tertip dan indah.

 

Sumber Gambar: https://www.pixelstalk.net/sad-wallpapers-hd/

Tentang Penulis

M. Sufi