Opini

Teknologi Sebagai Media Dakwah Islam

dakwah islam

Suatu kali di kelas Darjah ‘Ula JAMAI, pelajaran kami sampai pada kisah tentang Thomas Alva Edison (1847-1931). Ia merupakan  penemu yang namanya sudah tak asing lagi terutama di kalangan pelajar. Berkat andilnya dalam dunia teknologi, dunia patut berterimakasih padanya. Yang lebih  menarik lagi adalah ia hidup sezaman dengan Masih Mau’ud as. sang utusan akhir zaman.

Salah satu penemuannya ialah fonograf, yang ia temukan pada tahun 1877 dan dijual secara komersial pada tahun 1890-1925.  Fonograf adalah mesin pertama yang dapat memainkan dan menyimpan suara.

Pada model tertua dipasangkan pita suara di lapisan film metal yang tipis. Karena distribusinya yang luas, akhirnya beberapa tahun setelah dijual, teknologi perekam suara ini sampailah ke Qadian dan yang pertama kali memilikinya di daerah tersebut ialah salah satu sahabat Imam Mahdi as yang terpandang bernama Nawab Muhammad Ali Khan Sahib ra.

Berkenaan dengan hal ini, Imam Mahdi as menulis sebuah surat kepada Nawab Muhammad Ali Khan ra. bahwa jika datang ke Qadian, maka bawalah Fonograf itu. Akhirnya fonograf tersebut dihadirkan ke hadapan beliau pada pertengahan November 1901. Fonograf tersebut tidak hanya ditunjukkan kepada beliau namun juga kepada orang lain karena sedang populer pada waktu itu.

Kebanyakan orang pada saat itu hanya sekedar ingin terhibur dengan melihatnya, namun Beliau as. melihat sebuah kesempatan besar untuk menyampaikan kepada dunia.  Begitu senangnya sehingga beliau as. menulis sebuah syair :

آواز آرہی  ہے یہ فونوگراف شے

Terdengar sebuah suara, ini dari fonograf.

Tugas tabligh beliau yang besar itu tentu akan menjadi terbantu dengan teknologi semacam ini. Dengan teknologi semacam ini, beliau tak perlu jauh-jauh mengelilingi dunia untuk bertabligh, namun cukup merekam suara beliau lalu mengirimkannya.  Keinginan Beliau as. ini dulunya hanya tercurah pada sebuah fonograf saja.

Namun hari ini kita telah melihat begitu banyak teknologi yang digunakan seperti Televisi yang mampu menayangkan gambar dan suara. Komputer yang digunakan untuk mengolah data dan telepon seluler yang bahkan menjadi barang yang tak boleh tertinggal jika hendak meninggalkan rumah.

Media sosial sebagai tempat bercengkerama sehari-hari.  Semua benda ini diciptakan untuk kemudahan manusia. Jika kita merenungkan cerita fonograf yang dibawa kehadapan Imam Mahdi as tadi, semestinya muncul dalam benak kita, bahwa tidak hanya fonograf saja yang harus digunakan untuk kepentingan tabligh Islam namun juga berbagai teknologi lainnya yang ada saat ini.

Hal ini sudah tercapai di masa Khalifah Ke-4 Jamaah Muslim , Hazrat Mirza Tahir Ahmad rh. meluncurkan Muslim Television Ahmadiyya. Sebuah saluran televisi yang tujuannya untuk membantu menyebarluaskan tabligh Islam secara internasional. Saluran tersebut menayangkan program-program yang menampilkan keindahan ajaran Islam yang hakiki. Perkembangannya sangat pesat dan saat ini siarannya 24 jam non-stop tanpa iklan sponsor dan disiarkan dalam berbagai bahasa dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi akan terus kita gunakan untuk tujuan Tabligh Islam. Oleh para Khulafa-ul Masih teknologi akan terus ‘ditunggangi’. Teknologi akan menjadi sarana bagi para Khalifah dan memang seharusnya dimanfaatkan untuk hal itu. Alih – alih digunakan untuk menyebar berita hoaks dan kebencian, teknologi digunakan untuk menyebarkan pesan Islam yang hakiki oleh para Khalifah.

Pada kesempatan perayaan 25 tahun Muslim Television Ahmadiyya, dalam sambutannya Khalifah Ke-5 Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad aba bersabda :

“Dalam masa 25 tahun terakhir,  dengan karunia Allah Ta’ala, telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam menyampaikan pesan Islam yang sejati ke seluruh bagian dunia dan telah terbukti menjadi sarana tabligh dan tarbiyat yang sangat baik. Tayangan benar-benar berbeda dari semua tayangan lain, karena program kita hanya memberikan ajaran akhlak  dan kesalehan dan merupakan sarana untuk memperkaya rohani pemirsa”.

Lebih lanjut Beliau aba. Bersabda :

“MTA bebas dari segala bentuk amoralitas, ketidaksenonohan dan ketidakwajaran. Terlebih lagi, karena teknologi modern dan inovasi terus berkembang dengan pesat, MTA, dengan Karunia Allah Ta’ala, telah mampu beradaptasi dengan perkembangan terkini. Misalnya, karena tren penayangan telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, MTA terus mengup-grade dengan mengembangkan peningkatan konten online melalui situs web dan layanannya sesuai permintaan. Selain itu, juga membuat langkah positif untuk memanfaatkan media sosial untuk lebih menyebarkan konten MTA. Oleh karena itu, melalui cara-cara yang berbeda ini, pesan Islam sejati menjangkau ratusan ribu orang melalui cara yang baru”.

Sabda beliau di atas menerangkan bahwa teknologi semakin hari semakin berkembang namun di sisi lain kita harus terus berusaha memanfaatkannya untuk tujuan-tujuan yang positif. Lebih lanjut Beliau berdoa :

“Saya  berdoa, agar  MTA terus menyebarkan pesan Islam sejati dan melanjutkan peran besarnya dalam tabligh dan tarbiyat, Saya berdoa agar Allah Ta’ala terus mengaruniakan MTA, pengkhidmat yang tulus dan setia dan semoga bantuan Allah Ta’ala  terus menghujani MTA dan institusi yang diberkati ini selalu terus berkembang. Amin”.

Demikianlah telah menjadi nyata bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah menggunakan teknologi sebagai media . Ia menungganginya untuk menyampaikan pesan Islam sesungguhnya yang penuh kedamaian hingga ke pelosok dunia. Sebagaimana seharusnya penggonaan teknologi ini terus membimbing dunia ke arah Islam yang sejati.

Sumber Gambar: http://www.reviewofreligions.org/13217/meet-the-men-and-women-working-at-mta/

Tentang Penulis

Muhammad Suleman Feroz