Opini

Toleransi, Kunci Melawan Terorisme

terorisme di Indonesia

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa persoalan tidak hanya terjadi di tanah air saja, namun juga sudah menjadi permasalahan transnasional yang biasa di kenal dengan nama Transnasional Organized Crime.

Sebelum masuk ke dalam permasalahan yang diakibatkan oleh terorisme, mari kita menganalisa menggunakan kacamata hubungan internasional.

Menurut etimologi, terorisme berasal dari anak kata “to terror” yang berarti “gemetar atau menggetarkan”. Menurut Meriam Webster, pada tahun 1996, terorisme yaitu membuat ketakutan dengan melakukan intimidasi atau ancaman untuk menakut-nakuti.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan secara definisi umum bahwa terorisme merupakan suatu tindakan yang dilakukan baik perseorangan maupun kelompok atau organisasi yang tujuannya untuk mewujudkan rasa kekhawatiran dan ketakutan terhadap diri seseorang sehingga membuat orang tersebut merasa terancam.  

Tindakan terorisme tidak hanya dilakukan secara fisik saja, namun tekanan secara psikis atau mental pada diri seseorang lainnya juga dapat disebut dengan terorisme. Sebagai contoh, kekerasan dan amarah dalam rumah tangga, terdapat kekhawatiran dan pada sisi korban ketika sang korban kekerasan Rumah Tangga akan merasa terancam sehingga kekerasan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai tindakan terorisme pada tingkat keluarga.

Di beberapa negara termasuk di terorisme sering disangkut pautkan dengan isu agama dan kepercayaan. Hal ini menyebabkan timbulnya perpecahan maupun pertikaian akibat kesalah pahaman antar umat beragama. Perilaku berlaku untuk setiap usia.

Dari anak-anak hingga usia lanjut tanpa mereka sadari dapat melakukan tindakan terorisme, Pertikaian antar pelajar maupun sekolah yang menyebabkan ancaman baik terhadap siswa yang terlibat maupun tidak terlibat di sekolah yang bersangkutan juga dapat diklasifikasikan kedalam jenis terorisme tingkat remaja.

sehingga edukasi dan pemahaman lebih lanjut tentang apa itu terorisme harus mulai di berikan kepada anak di usia dini.

Terorisme di tingkat ASEAN

Dari harian kompas edisi 7 agustus 2017, memasuki 50 tahun kedua, negara-negara di Asia Tenggara menghadapi tantangan baru yaitu terorisme. Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno LP Marsudi melalui akun twitter Kementrian Luar Negeri, menyatakan bahwa tantangan ASEAN di kawasan Laut China Selatan, semenanjung Korea, dan kejahatan lintas negara, termasuk Terorisme.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa terdapat konflik persenjataan di Filipina selatan, kelompok yang menyatakan setia pada Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) mencoba menguasai Asia Teggara.

Kehadiran mereka tidak hanya menjadi persoalan domestik bagi Filipina. Tekanan dari koalisi Internasional di Irak dan Suriah yang berhasil menghancurkan basis basis utama NIIS di Raqqa dan Mosul serta masifnya infiltrasi ide-ide yang mereka bawa telah memicu perhatian di ASEAN.

Tindakan extremisme, radikalisme dan terorisme telah menjadi isu utama di negara-negara Asia Tenggara.

Dibentuknya suatu pertemuan antar wakil negara kawasan yang membahas peningkatan kerja sama antar kawasan serta tim khusus yang ditujukan untuk menghadapi segala bentuk ancaman di Asia tenggara termasuk di dalamnya isu terorisme.

Hal ini merupakan suatu bentuk respon dari maraknya pemberitaan serta ancaman baik secara politik maupun di tingkat masyarakat negara-negara kawasan.

Hal Yang Harus Dicermati

Langkah terbaik untuk menghindari sikap terorisme di sekitar kita antara lain dengan memulai membuka lingkungan yang bersih dari sikap saling mengancam, pemahaman yang dalam tentang agama dan kerukunan harus mulai diterapkan dari diri sendiri.

Sikap toleransi antar umat beragama adalah salah satu kunci keberhasilan melawan tindakan terorisme.

Penyebaran pemahaman yang salah tentang suatu bentuk kepercayaan adalah awal mula pertikaian dan sikap teror. Dimulai dari diri sendiri, laporkan apabila mendapat suatu kegiatan di sekitar yang berpotensi menyebarkan paham-paham radikal.

Sumber Gambar: https://www.vox.com/2017/10/2/9868048/austin-bombings-terrorism-definition

Tentang Penulis

Bayu Ghulam Ahmad Baihaqi