Opini

Tuhan Menembus Kemustahilan

tuhan
Penulis Said Ahmad

semesta ini adalah sebuah tempat tinggal bagi kita. Di tempat ini telah disediakan berbagai macam kebutuhan kita seperti tanaman, hewan, air, dan sebagainya untuk keberlangsungan hidup kita.

Alam semesta ini adalah sebuah anugerah penciptaan dari Dzat Yang Sang Maha yang kita imani.Kepada-Nya lah kita bersyukur karena Dia mencipta menurut kehendak-Nya. Tuhan berfirman di dalam Al-Qur’an :

Dia-lah Pencipta langit dan bumi. Dan apabila Dia menghendaki sesuatu, maka Dia hanya berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah ia.(Q.S. Al-Baqarah : 118)

Masih banyak yang beranggapan bahwa Tuhan menciptakan sesuatu dengan suatu mantra ajaib kun fayakun.Yang dengan sekejap, sesuatu itu ada dari ketiadaan. Apakah Tuhan seperti itu yang kita imani?

Dalam bahasa arab, kun fa yakun memiliki tiga kata yaitu kun, fa, dan yakun. Kun merupakan kata kerja perintah (fi’il amr) yang memiliki arti jadilah!, fa adalah huruf arab yang memiliki arti maka, sedangkan yakun adalah kata kerja sedang/akan dikerjakan (fi’il mudhari) yang berarti sedang/akan terjadi. Perlu digarisbawahi bahwa di sini tidak dipergunakan kata kana yang artinya telah terjadi (fi’il madhy). Sehingga kun fa yakun lebih tepatnya diartikan sebagai Jadilah! Maka sedang/akan terjadilah ia.

Melihat hal ini, maka tidak benar jika Tuhan menghendaki suatu penciptaan, maka di saat itu telah tercipta apa yang dikehendaki tersebut. Ada suatu cara di mana Tuhan menyempurnakan kehendaknya.

Kini, telah maju dan para ilmuwan banyak memperoleh penemuan. Dengan teliti diselidiki bagaimana alam semesta ini terbentuk. Diperkirakan alam semesta ini ada sejak 13 hingga 20 triliun tahun yang lalu, sedangkan bumi telah berumur 4,6 miliar tahun. Bumi berawal sebagai sebuah bola panas, tidak ada atmosfir, lalu dengan berbagai prosesnya muncul sebuah kehidupan. Dan hingga saat ini kita hadir di sini di dalam bumi yang indah yang diciptakan oleh Sang Maha Keindahan.

Tuhan menghendaki penciptaan dengan kehendaknya melalui proses. Penciptaan yang memiliki sebuah alur rencana yang telah diatur oleh-Nya.

Dia benar-benar Maha Kuasa di atas makhluk-makhluk-Nya. Sehingga dalam pandangan kita proses penciptaan kehidupan ini tampak mustahil. Bayangkan sebuah bola panas dapat memunculkan sebuah peradaban manusia.

Sifat-Nya Yang Maha Kuasa menjadikan kehendak-Nya menembus kemustahilan dalam pandangan manusia. Karena manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui ilmu-Nya yang sangat tinggi. Kemustahilan ini adalah seperti mencari sebutir pasir emas di dalam gumukan pasir. Ada kemungkinan menemukannya namun bagi orang awam yang tidak mengetahuinya itu adalah suatu kemustahilan.

Frank Allen, Profesor di bidang Bio-Fisika menyebutkan bahwa perkiraan waktu yang diperlukan bagi sintesa secara acak untuk membentuk molekul protein kompleks adalah 10248 (10 pangkat 248) tahun. Untuk membandingkannya, umur alam semesta sejak peristiwa Big Bang adalah hanya 13 sampai 20 miliar tahun saja. Kita hadir di sini tidak hanya mendapati molekul protein melainkan beraneka ragam kehidupan yang terhampar indah. Dapat dibayangkan, Tuhan berkehendak untuk menciptakan menembus kemustahilan dalam pandangan manusia.

Inilah Tuhan Sang Maha Pencipta dan Maha Berkehendak yang kita imani. Dia berkehendak dan mencipta segala sesuatu menurut ilmu-Nya dan rencana-Nya yang tak terbatas. Sebagai seorang hamba-Nya yang berakal, sudah sepatutnya kita selalu meningkatkan keimanan kita sebagaimana Al-Qur’an sebutkan,

Sesungguhnya dalam penciptaan seluruh langit dan bumi, dan pertukaran malam dan siang, pasti ada tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal; Yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah, ketika berdiri dan duduk dan ketika berbaring atas rusuk mereka. Dan mereka merenungkan tentang penciptaan seluruh langit dan bumi … (Q.S. Ali-Imran : 191-192)

Referensi :

Al-Qur’an dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat, oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997.

Ilmu Sharaf, oleh Abu Razin dan Ummu Razin, 2014.

Wahyu Rasionalitas Pengetahuan dan Kebenaran, oleh Mirza Tahir Ahmad, 2014, Neratja Press.

Sumber Gambar: https://fineartamerica.com/featured/salton-sea-sunset-peter-tellone.html

Tentang Penulis

Said Ahmad