Opini

Urgensi Sosok Pendamai di Dunia Saat Ini

perdamaian

Banyak masalah dewasa ini bersumber dari kenyataan bahwa dunia dengan cepatnya telah menjadi kecil. Mau tak mau, umat manusia harus belajar beradaptasi dengan cepat di era digital ini. Informasi dengan muatan positif maupun negatif,dalam segala segi mudah diakses.

Diakses oleh semua kalangan dengan latar belakang beragam baik segi usia, pendidikkan, cara pandang, karakter, dan lain-lain. Komunikasi intra dan antar manusia sudah tidak mengenal waktu, tempat, dan ranah etika. Dari hal tersebut munculah masalah, masalah yang dihadapi dunia dewasa ini sangat beragam, dengan aspek yang rumit.

Masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan dari berbagai sudut pandang serta dapat didiskusikan dalam bidang-bidang yang berbeda. Saat ini semua manusia menginginkan hidup secara harmonis dalam keberagaman tersebut. Seperti terdapat dalam Q.S Al- Baqarah: 63, keyakinan pada kuasa Tuhan, akhirat, dan mengerjakan kebaikkan-kebaikkan merupakan modal dasar sebagai solusi dari masalah global tersebut.

sebagai pemegang amanah dengan Al-Qur’an sebagai kitab syariat terakhir yang menyempurnakan syariat/ hukum/ panduan hidup dari agama-agama sebelumnya, telah membuktikan kebenarannya sehingga terwujud dalam pribadi Nabi Muhammad saw.  Berkat berpegang pada tuntunan Al-Qur’an, maka Rasulullah SAW menjadi orang berpengaruh pertama di dunia.

Sebagai kitab suci pembawa syariat terakhir yang sempurna, Al-Qur’an memberikan tuntunan dalam menegakkan ketertiban dalam masyarakat, yaitu:


1) Hak milik sepenuhnya hanya ada di tangan Tuhan dan segala sesuatu adalah kepunyaan-Nya.


2) Tuhan telah menundukkan segala sesuatu di bawah kekuasaan manusia untuk faedah bersama seluruh umat manusia.


3) Karena tujuan keberadaan manusia adalah untuk mencapai kesempurnaan rohaninya, maka ia harus diberi sejumlah kebebasan tertentu untuk memilih tindakan-tindakannya dan harus diberi lapangan kegiatan.


4) Oleh karena sarana-sarana yang menjadi landasan kemajuan manusia merupakan warisan turun temurun umat manusia, maka hasil upaya manusia harus dibagi-bagikan demikian rupa sehingga bagian mereka masing-masing terjamin haknya, baik secara perorangan maupun secara kolektif dalam masyarakat.


5) Untuk pengaturan secara tepat tatanan masyarakat manusia, sebagian orang  harus diserahi kekuasaan eksekutif dan harus dipilih sebagai hasil musyawarah anggota-anggota masyarakat tempat orang-orang tersebut akan menjalankan kekuasaan atas mereka. Tugasnya ialah bukan merumuskan hukum-hukum, melainkan melaksanakan hukum-hukum illahi.


6) Mengingat akan adanya perbedaan-perbedaan dalam tatanan politik berbagai kesatuan masyarakat, Al-Qur’an mengajarkan bahwa:


  1. Seandainya timbul perselisihan di antara dua negara atau lebih, maka semua negara lainnya hendaklah bersatu untuk mengusahakan .

    b. Seandainya persetujuan yang bersifat persaudaraan tidak tercapai diantara golongan-golongan yang bersengketa, maka negara-negara lainnya hendaklah mengambil keputusan yang adil dan tidak berat sebelah mengenai perkara yang diperselisihkan

    c. Seandainya ada  salah satu di antara golongan-golongan yang bersengketa menolak usul perdamaian, atau setelah menerimanya tidak melaksanakan, maka negara-negara lainnya hendaknya bersatu dan mengimbau negara pembangkang agar menerima keputusan demi terciptanya KEAMANAN dan PERDAMAIAN internasional. Seandainya imbauan ini pun gagal, maka mereka harus memaksanya dengan kekuatan dan kekerasan supaya tunduk kepada keputusan itu.

    d. Seandainya negara yang berkepala batu itu telah tunduk kepada keputusan, maka negara-negara lainnya hendaknya jangan mengambil keputusan untuk kepentingan sendiri, karena hal demikian akan membuka persengketaan-persengketaan baru.

    Betapa Al-Qur’an telah mumpuni,  membuat hukum tersebut 14 abad yang lalu. Maka tepatlah bila hanya Islam agama yang dikehendaki-Nya dapat menjadi solusi sesuai kebutuhan zaman. ( Q.S. Ali-imran:20 )

    Bergejolaknya dunia yang sedang kita lewati, diiringi krisis ekonomi global yang menggiring bahaya baru menuju kesamaan situasi dengan periode sebelum Perang Dunia II. Dunia dengan cepat mengarah kepada terjadinya Perang Dunia III yang mengerikan. Hal tersebut mewabahkan gejolak perasaan luar biasa yang terlepas dari kendali dalam mencari sosok pembawa jalan-jalan PERDAMAIAN yang dapat mengantarkan keyakinan masyarakat dunia dan dapat berbicara kepada hati dan pikiran mereka.

    Berbicara sosok pembawa perdamaian yang dapat “mengantarkan” KEYAKINAN MASYARAKAT DUNIA dengan melibatkan hati serta pikiran, maka tentunya memerlukan sosok yang memiliki kualitas level tertinggi sebagai manusia dalam pandangan Tuhan.

Dalam cakrawala kerohanian sosok NABI merupakan gelar level tertinggi yang dianugerahkan Tuhan sebagai konsekuensi dari  proses perjalanan hidupnya yang senantiasa dapat memenuhi hak-hak Tuhan dan hak-hak manusia dengan panduan Al-Qur’an dan mengikuti tauladan Rasulullah SAW  secara utuh & berkelanjutan/istiqamah.


Ketika kejujuran telah hilang, kebohongan dan kepalsuan mewabah. Islam tinggal nama, Al-Qur’an tinggal tulisannya. Begitu lebarnya pintu keburukkan terbuka.  Akankan wujud Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu diam? Inilah saat ketika wujud Yang Maha Tahu membuka pintu untuk menurunkan Nabi sehingga si pelupa mendapat peringatan, si sesat dikembalikan dari kesesatannya dan si pembangkang dapat ditundukkan.

Saat ini kepemimpinan jemaat Ahmadiyah diemban oleh khalifah Hz Mirza Masroor Ahmad aba sebagai khalifah ke-5. Sesuai dengan arti kata Islam yaitu selamat, aman, damai dan lain-lain, maka sejak didirikannya jema’at Ahmadiyah di manapun berada selalu menggunakan semangat perdamaian sebagai pondasinya, sesuai dengan motonya Love for All hatred for none.

Sejak terpilihnya beliau sebagai Khalifah pada 22 April 2003 dengan anggota yang tersebar di 210 negara di dunia beliau telah mempelopori kampanye untuk menyampaikan pesan damai dalam bentuk media cetak maupun digital.

Di bawah kepemimpinannya di berbagai negara telah diluncurkan kampanye yang mencerminkan kebenaran dan ajaran damai Islam. Sehingga semua bergerak secara masif untuk mendistribusikan jutaan selebaran ” Damai ” bagi muslim maupun non muslim, juga bertindak sebagai tuan rumah dalam pameran serta simposium perdamaian antar agama sekaligus menyampaikan kebenaran dan pesan-pesan Al-Qur’an.

Kampanye ini diliput oleh media di seluruh dunia sehingga dapat membuktikan bahwa Islam adalah agama PERDAMAIAN. Beliau juga mengkampanyekan kesetiaan setiap warga negara bagi bangsanya serta kampanye bagi kemanusiaan.

Di samping itu beliau juga menyampaikan pesan perlunya seluruh negara untuk menjunjung tinggi perdamaian demi kepentingan bersama melalui surat-surat yang beliau kirim kepada para pemimpin dunia yaitu kepada: Yang Mulia Paus Benedictus XVI, Perdana Menteri Israel, Presiden Republik Islam Iran, Presiden Amerika, Perdana Menteri Kanada, Penjaga Dua Tempat suci Raja Kerajaan Arab Saudi, Pemimpin Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok, Perdana Menteri Inggris, Kanselir Jerman, Presiden Republik Perancis, Yang Mulia Ratu Inggris dan Pemimpin Persemakmuran, Presiden Negara Federal Rusia )

Baru-baru ini Hz Mirza Masroor Ahmad telah masuk di urutan kedua setelah Ratu Elizabeth sebagai 1000 orang berpengaruh di Inggris. Tepatlah bila beliau selalu memegang teguh bahwa:

” Jihad kami bukan melakukan tindakan aniaya , brutal dan berbuat tidak adil .Melainkan dengan mencintai, menyayangi serta mengasihi ,jihad kami adalah bertoleransi, berbuat adil dan bersimpati terhadap sesama. Jihad kami adalah menunaikan hak-hak makhluk-Nya ”

(Reception at the inauguration of Mahmood Mosque in Regina , Canada 8 November 2016 )

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa potensi awal tertinggi semua manusia yang Tuhan titipkan adalah akal dan kesucian hati. Maka, manfaatkanlah sebaik-baiknya demi terciptanya perdamaian. Perdamaian dalam diri sehingga menciptakan keluarga yang damai sebagai pondasi masyarakat  dalam membentuk negara yang damai.

Seperti firman Allah Taala berikut ini:

” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi barangsiapa diantara mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta mengerjakan amal saleh, maka untuk mereka ada ganjaran pada sisi Tuhan mereka, dan tak akan ada ketakutan menimpa mereka dan tidak pula mereka akan berduka cita ”

( Q.S Al-Baqarah : 63)

Pada saatnya KESADARAN KOLEKTIF akan terjalin bahwa keberagaman dalam berbagai segi  merupakan check and balance terhadap proses mensyukuri akal dan kesucian hati untuk berusaha menegakkan KEADILAN.

Oleh Maridah Rahmahesti

Sumber :
1. Al-qur’an
2. ” Krisis Dunia dan Jalan Menuju Perdamaian ” (kumpulan pidato dan surat-surat ),Mirza Masroor Ahmad Berada Press, Oktober 2013.

3. Brosur , jihad di zaman ini

4. Pengantar untuk mempelajari Al-qur’an, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, JAI 1989

5. https://www.standard.co.uk/news/the1000/the-progress-1000-londons-most-influential-people-2017-social-pillars-faith-a3654946.html

Sumber Gambar: http://ahmadiyyamuslimjamaat.in/home/PressRelease/?month=16-October-2013

Tentang Penulis

Maridah Rahmahesti

Tinggalkan komentar