Opini

Wahai Para Jomblo, Mari Ikut Jihad Bela Islam Jilid 3

jihad

411, menjadi saksi bahwa “jihad” umat Islam untuk mengadili Ahok sebagai penista agama berbuah hasil. 16 November lalu, Ahok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. “Umat” senang atas sikap Polri yang tidak pandang bulu. Dan, Aksi “Bela Islam” pun berhenti di jilid kedua.

Padahal umat hendak melakukan aksi bela Islam jilid 3, sekiranya Ahok tak dijadikan tersangka. Malahan, Umat juga hendak melakukan sebuah ikhtiar yang istilah kerennya “rush money”, demi menjaga “ketulusan” jihad umat.

Sebab, pendukung Ahok dengan tega, menuduh umat sebagai pasukan bayaran. “Rush money” akan menjadi bukti, bahwa umat siap berjihad dengan harta dan jiwa, sesuai tuntutan agama. Tapi, kalaupun ada yang bagi-bagi si merah atau si biru, umat pun dengan tangan terbuka menerima. Bukankah tak baik menolak rejeki?

Sayangnya. Niat tulus ini pun pupus. Ahok sudah menjadi tersangka. Tapi, Umat perlu memanjat puji serta syukur. Sebab, semata-mata “bantuan Allah” lah, jihad membela agama Allah ini berhasil dengan sukses.

Disebabkan gaung “Bela Islam Jilid 3” sudah menggema hingga ujung Papua sana. Niat yang tulus dan Insya Allah diridhai-Nya, harus tetap dikobarkan.

Untuk itulah ,melalui tulisan ini, saya menghimbau kepada “para jomblo” (lah, kok cuma jomblo?) untuk turut serta dalam jihad bela Islam jilid 3 ini.

Jihad bela Islam yang kayak gimana itu? Kenapa dikhususkan untuk jomblo?

Jadi begini..

Pagi-pagi buta. Seorang teman membagikan sebuah tautan melalui whatsapp. Ia berharap, ada pemecahan atas masalah ini. Masalah yang amat serius dan dapat membawa kepada kehancuran umat jika tidak segera ditangani.

Judul dari tautan itu adalah “Hingga Oktober tahun ini, Ada 212.000 Janda Baru di Indonesia”. Bukankah ini masalah yang serius? Angka 212.000 serupa umat yang turut serta dalam jihad bela Islam jilid 2 kemarin.

Janda itu pilihan kedua untuk para jejaka. Malah, duda pun sukanya daun muda. Dengan jumlah sebesar itu. Bangsa kita berada pada kondisi darurat rumah tangga yang serius.

Seruan ini dikhususkan untuk para jomblo, sebab mereka lah mujahid-mujahid yang tak memiliki alasan untuk tidak menyambut seruan ini. Malah, ini adalah peluang emas. Penantian panjang lagi melelahkan bak padang rumput yang tandus lagi gersang. Akhirnya, hujan satu hari pun membasahinya. Malah, membanjirinya.

Bukankah ini banjir yang selalu dinanti para mujahid? Bertemu dengan 72 bidadari. Ini bukan lagi 72, ini 212.000 bidadari siap dijadikan penyejuk mata. Bukan saatnya lagi menikmati gambar-gambar yang bukan muhrim di media sosial. Dosa itu akhi. Ada 212.000 bidadari yang siap dihalalkan. Bukankah mereka lebih nyata ketimbang “dede-dede imut” yang imajiner di fesbuk sana?

Antum yang telah beristri pun dapat turut serta dalam jihad bela Islam ini. Jihad ini lebih terang-benderang dampak buruknya ketimbang Ahok jadi gubernur. Bayangkan. 212.000 wanita yang berpotensi menghidupi bisnis prostitusi.

Apa kita sebagai umat Islam mau berdiam diri saja menghadapi “potensi” keburukan ini? Kita harus bangga dengan ikhwan kita FPI. Mereka sangat rajin menyisir tempat-tempat prostitusi. Semoga mereka juga tergerak hatinya untuk menyelamat 212.000 janda ini.

Antum yang beristri bisa PAKAI surat An-Nisa ayat 3 untuk menjelaskan ke istri antum. Bahwa, menikah itu bisa dua, tiga atau empat. Tidak ada larangan untuk berpoligami. Apalagi, ada himbauan jihad “Bela Islam” yang nilainya jauh lebih luhur dari dari apapun.

Toh. Aa Gym juga sudah mencontohkannya kepada kita. Apa yang telah dicontohkan ulama seperti Aa Gym pasti benar. Bukankah sesalah-salahnya ulama adalah sebenar-benarnya kita? Ulama gak boleh salah. Sebab, mereka itu “waratsatul anbiya”, pewaris para nabi.

Mana tau. Dengan menyambut jihad ini, antum bisa dapat istri yang lebih cantik dan lebih muda. Aa aja bisa, masa sih antum, dengan segala modusnya, gak bisa kayak Aa. Bukankah ini seibarat pepatah, sekali mendayung, dua tiga empat istri didapat?

Bagaimana? Bukankah ini medan jihad yang nyata? Yang kita tak perlu jauh-jauh ke Palestina sana.

Atau. Antum mau nunggu dulu sampai “Lebaran Kuda” nanti?

Dalil agama tentang jihad amat nyata. Dalil agama tentang menikahi dua, tiga, empat istri siap diPAKAI. Dalil agama tentang “nahi munkar” tak terhitung jumlahnya.

Apalagi yang menghambat jalan jihad ini? Menyelamatkan 212.000 janda yang rentan terserang penyakit-penyakit sosial. Apalagi, kebanyakan mereka yang berduit lebih suka jajan ketimbang berpoligami. Mengapa? Karena takut sama istrinya. Bukan takut dengan Firman Allah.

212-Yuk ikuti, aksi Bela Islam Jilid 3…!!!

Sumb3er Gambar: http://microsite.okezone.com/intertitialpage/index.php?param=aHR0cDovL25ld3Mub2tlem9uZS5jb20vcmVhZC8yMDE2LzExLzAyLzE4LzE1MzE0MjYvZGVtby00LW5vdmVtYmVyLWRpLWpha2FydGEtamFkaS1zb3JvdGFuLW1lZGlhLWFzaW5nfHxodHRwOi8vd3d3Lm1uYy1pbnN1cmFuY2UuY29tL3x8bW5jIGluc3VyYW5jZQ==

 

Tentang Penulis

Muhammad Nurdin

Tinggalkan komentar