Opini

Wahai Umat Islam, Mari Kita Reuni

reuni 212

Kabar gembira datang dari Presidium Alumni 1. Mereka berencana akan mengadakan pada 2 Desember 2017. Tanggal tersebut menandakan genapnya 1 tahun 212 yang sukses pada tahun 2016 silam. Tentu rencana ini harus kita apresiasi setinggi-tingginya mengingat rasa rindu yang tak tertahankan di antara dengan Sang Habib.

Sang Habib yang dengan berat hati harus pergi meninggalkan umat yang mencintainya karena kasus video yang menimpanya. Selentingan kabar menyebutkan bahwa Sang Habib akan hadir di tengah-tengah peserta reuni nanti  asal kasusnya dihentikan. Jika Sang Habib ditangkap, tentu akan menyayat hati umat fans beratnya.

Ini tidak boleh dibiarkan. Bagaimanapun, jika Sang Habib pulang ia tidak boleh ditangkap dan kasusnya harus berhenti di tengah jalan. Tidak mungkin Sang Habib rela mobilnya sengaja menabrak tiang listrik dan kepalanya dimake over hingga terlihat benjol sebesar bakpao. Tidak bisa! Kami tidak rela!

Kami juga tidak mau menyewa pengacara yang bergelimang harta, yang suka dengan kemewahan dan suka berpelancong ke luar negeri menghabiskan uang minimal 5 miliar rupiah. Tas Hermès miliknya pun ia taksir sendiri seharga 1 miliar. Ini tak bisa kami lakukan.

Kembali lagi ke soal reuni. Umat Islam harusnya berharap banyak dari reuni ini. Umat Islam seluruh pelosok Indonesia berharap reuni ini diisi dengan zikir dan berdoa kepada Allah SWT demi kemajuan Bangsa Indonesia. Reuni ini harus menjadi fondasi kuat perjuangan tegaknya Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Bukan ideologi-ideologi lain yang berusaha menggantinya.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin pun memberikan tanggapannya mengenai rencana reuni ini. Ia berpendapat bahwa umat Islam sebaiknya mewujudkan kemayoritasan kualitatif, bukan kuantitatif 2.

Kita semua harus yakin bahwa dalam reuni ini, tidak akan lagi terjadi ajakan kepada anak-anak untuk berteriak sambil bernyanyi, “Bunuh, bunuh, bunuh Si Ahok.” 3 Tindakan ini sangatlah tidak sesuai dengan harapan Din Syamsuddin di atas demi mewujudkan umat Islam sebagai mayoritas kualitatif. Apalagi jika ini dilakukan sehari setelah Maulid Nabi.

Reuni ini haruslah menjadi ajang memperbaiki diri umat Islam menuju arah yang jauh lebih bermartabat lagi. Umat Islam yang menyukai berkata lemah lembut dan sopan santun seperti Gubernur DKI Jakarta yang sekarang. Tidak bertutur kata gradak gruduk seperti sang mantan gubernur yang walaupun telah banyak berjuang demi warganya tapi tetap saja dipenjara.

Jadikanlah reuni ini sebagai ajang untuk bertafakur supaya umat Islam di Indonesia melawan hawa nafsu pribadi. Bukan umat Islam yang jauh dari harapan Rasulullah SAW. Jadikanlah para peserta reuni ini seperti Abu Hurairah ra. yang berwawasan luas dan seperti Utsman bin Affan ra. yang lembut dan berusaha tidak menyakiti hati orang lain ketika berbicara.

Perih rasanya hati ini jika mendengar umat Islam menghina umat lain baik yang seagama maupun yang tidak seagama. Seharusnya umat Islam menjadi aktor utama dalam penyebaran Islam yang damai dan Islam yang penuh cinta kasih.

Salam Love for all hatred for none

Sumber:

  1. https://news.detik.com/berita/3747424/sebelum-reuni-alumni-212-gelar-kongres-nasional-di-asrama-haji
  2. http://www.tribunnews.com/nasional/2017/11/29/rencana-reuni-alumni-212-di-monas-din-syamsuddin-kok-kayak-sekolahan-ya
  3. https://www.youtube.com/watch?v=y3-UJHv2a70

Sumber Gambar: https://www.harian.online/38122/news/wow-ternyata-power-rangers-pun-ikut-demo-ahok-di-malang

Tentang Penulis

Taufik Khalid Ahmad

Tinggalkan komentar