Opini

Waspadalah penyalahgunaan masjid di sekitar Anda!

islustrasi dari voa-islam.com

ilustrasi dari voa-islam.com

ISLAM melindungi tempat ibadah dari setiap agama. Seorang muslim sejati yang memasuki masjid untuk beribadah kepada Allah adalah bisa dan bahkan tidak pernah memikirkan atau membayangkan guna merugikan orang lain maupun terlibat di dalam tindak kekejaman serta teror. Al-Qur’ān telah mengajarkan bahwa membunuh orang dengan tanpa alasan adalah seperti membunuh seluruh umat manusia. Karenanya, Islam tidak mengizinkan pembunuhan dalam bentuk apa pun. Kekejaman atau ketidakadilan terhadap satu orang, itu sama saja melakukan kekejaman dan ketidakadilan terhadap seluruh umat manusia. Islam tidak mengizinkan segala bentuk kekejaman atau balas dendam apa pun yang diakibatkan kekejaman seseorang terhadap kita.

Al-Qur’ān mengajarkan kita untuk menjadi adil, bahkan dengan musuh-musuh atau para penentang kita sekalipun. Dalam hal ini, Allāh swt. memerintahkan dalam Al-Qur’ān Sūrah V—Al-Mā’idah ayat 8:

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu berdiri teguh karena Allāh, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil. Itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allāh. Sesunggnhnya, Allāh Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Mā’idah—V:8)”

Inilah ajaran-ajaran yang sangat baik. Bagaimana mungkin orang bisa menyatakan bahwa ajaran Islam merampas hak-hak orang dan mendorong terorisme? Namun kekhawatiran tentang Islam itu ada terus—terutama di Barat—jika umat Islam membangun tabligh center atau Islamic center maupun masjid. Mereka takut bakal ada kekacauan dan perselisihan di Barat. Mereka memegang ketakutan ini terus-menerus padahal ajaran Islam adalah ajaran cinta dan kasih sayang.

Ketika umat Islam diperintahkan untuk beribadah kepada Tuhan maka secara sunatullah bahwa seseorang yang menyembah Allāh pun pada gilirannya pasti akan mencintai ciptaan atau makhluk Allāh swt.. Allāh swt. mengutus Ḥaḍrat (YM) Nabi Muḥammad saw. sebagai utusan untuk semua umat manusia. Karena itu, YM Nabi saw. memiliki cinta yang tak tertandingi untuk segenap umat manusia di dalam hatinya.

YM Nabi saw. mengajarkan bahwa masing-masing dan setiap pribadi harus mengenal sang Pencipta-nya, harus beribadah kepada-Nya, dan membangun hubungan yang penuh kasih dengan-Nya. Dalam meraih hal tersebut, YM Nabi saw. menghabiskan malam-malam dengan berdoa yang khusyuk penuh keharuan agat tiap manusia mampu mengenal sang Pencipta-nya. Berkenaan dengan situasi YM Nabi saw. yang sedemikian rupa itu, Allāh swt. menyatakan, “Boleh jadi engkau akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak mau beriman. (QS XXVI—Asy-Syu‘arā’: 3)”

Betapa YM Nabi saw. sangat sedih melihat di sekelilingnya, orang-orang kafir, yang terlibat dalam menyekutukan Allāh swt. dan penyembahan berhala-berhala. Tidak sedikitpun hati mereka cenderung kepada Allāh swt.. Seseorang bergerak menjauh dari Allāh, menurut YM Nabi saw., hanya akan mendatangkan hukuman dari-Nya. Di lubuk hati YM Nabi saw. yang dalam dan tulus, setiap orang harus mengenal dan mengakui wujud Allāh swt., memiliki keyakinan yang sempurna terhadap-Nya. YM Nabi saw. tidak mencoba untuk mengubah hati umat Islam melalui peperangan, tetapi melalui doa yang tulus dan sungguh-sungguh. Ini yang harus diikuti oleh umat Islam pada zaman sekarang.

Bagi seorang muslim sejati, yang menyembah Allāh dan bersama jamaahnya mendirikan sebuah masjid agar bisa beribadah kepada-Nya, tentu tidak akan pernah bisa merenungkan bahkan sedikitpun muncul kebencian terhadap orang lain maupun agama lain. Tentu, cinta dan kasih sayang kita terhadap umat manusia, semata-mata adalah agar setiap hati bisa mendekat kepada Allāh swt. sebagaimana yang telah diteladankan oleh YM Nabi saw.. Sehingga, saat kita berdoa, kita pun berdoa untuk seluruh dunia agar tiap manusia datang untuk mengenal sang Pencipta-nya maupun mencari bimbingan-Nya serta menyembah-Nya.

Sedihnya, kita bisa menjumpai, ada masjid tertentu yang didirikan dan telah digunakan untuk menyebarkan kekacauan, kekejaman, dan kebencian. Masjid tersebut telah dibangun oleh orang-orang yang di dalam hatinya tidak memiliki rasa takut terhadap Tuhan. Al-Qur’ān telah melarang para muslim sejati untuk memasuki masjid tersebut. Dalam hal ini, pemerintah sebenarnya berhak untuk menutup masjid tersebut. Namun, langkah ini hanya boleh diambil setelah penyelidikan yang komprehensif dan hanya telah terbukti bahwa masjid itu memang digunakan untuk merencanakan makar terhadap negara dan rakyat, bukan dipakai untuk beribadah.

Tentang Penulis

masq@mkaindonesia.org

Majelis Anṣār Sulṭānu'l-Qalām Indonesia