Pengorbanan : Satu Dari Banyak Cara Kita Berhijrah

155
seed funding

The important thing is this: to be ready at any moment to sacrifice what you are for what you could become.” –  Charles Dickens 

            Secara singkat makna dari kata bijak diatas adalah manusia hendaknya harus siap setiap saat untuk mengorbankan apa yang ia miliki untuk menuju perubahan yang lebih baik. We all could become dwellers of paradise. Everyone wants to have a happy and peaceful life, right? Setiap insan menginginkan hidup bahagia dan damai. Setiap orang pasti mendambakan surga baik itu surga dalam arti dunia contohnya tempat liburan indah atau surga dalam hal agama. Allah Ar-Rahman dapat memberi karunia bagi setiap manusia untuk menjadi penghuni surga, jika mereka mengikuti setiap ajaran-Nya. Surga pun dapat didapatkan di dunia ini dalam artian ketentraman hati. Memiliki hati yang damai adalah surga yang paling indah yang manusia bisa rasakan. Jika memiliki harta miliyaran tetapi hati tak tentram, niscaya hidup seperti itu tidak nikmat karena dipenuhi rasa gelisah. Singkatnya, pengorbanan dibutuhkan untuk meraih sesuatu yang lebih baik bagi diri kita yang dapat membuat kita bahagia. Inilah yang dimaksud pengorbanan menuju hijrah. Mengorbankan atau membuang semua keburukan untuk meraih kebaikan.

            Topik pengorbanan di tulisan ini berkaiatan dengan hari raya Idul Adha. Kata pengorbanan identik dengan hari raya ini tetapi makna yang lebih dalamnya lagi adalah memberikan sesuatu yang kita cintai untuk kepentingan yang lebih baik. Ketika kita melakukan pengorbanan, biasanya kita merasa tidak enak karena kehilangan sesuatu. Contohnya adalah ketika seseorang ingin mendapat nilai bagus untuk ujian, tentu waktu menonton TV harus di kurangi untuk belajar lebih lama sehingga dapat mendapat nilai bagus. Untuk meraih sukses dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Jika ingin mendapat uang banyak, harus bekerja keras. Di akhir zaman ini, tantangan sangat berat adalah godaan dunia yakni berlomba-lomba meraih harta dan status yang sifatnya sementara. Islam tidak pernah melarang seseorang untuk memiliki barang bagus atau menikmati hal yang bersifat hiburan misalnya menonton film atau berlibur ke tempat indah. Islam mengajarkan pengikutnya agar harta, hiburan dan kemewahan tidak mengontrol hidup seseorang. Itulah sebabnya pengorbanan yang dibutuhkan dalam hal tersebut adalah mengorbankan hawa nafsu dalam diri kita sendiri.            

            Jika dalam Idul Adha, umat Muslim menyembelih hewan satu tahun sekali, dalam kehidupan sehari-hari pun kita bisa menyembelih hawa nafsu kita yang sekiranya akan menjauhkan kita dari Allah Ta’ala. Kita bisa lakukan ini setiap saat. Kemudian pengorbanan ini tidak akan bisa terjadi jika seseorang tidak berdoa memohon bimbingan Allah untuk membimbingnya di jalan yang benar. Jadi pengorbanan dalam hal hawa nafsu ditambah dengan doa khusyu kepada Allah akan mengantarkan kita menuju jalan hijrah. Hijrah itu apa artinya? Berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Sejatinya hanya Allah yang tau kapan seseorang sudah berhijrah sesungguhnya karena sebagai manusia kita tidak bisa merasa : “Oh saya sudah tahajjud satu jam setiap hari, maka saya telah berhijrah. Saya kan sudah mengorbankan waktu tidur saya, pastinya saya sudah ada di jalan yang benar. Contoh lainnya: “Oh saya sudah tidak membicarakan keburukan orang lain, ini artinya saya sudah hijrah.  Saya kan sudah mengorbankan rasa gatal di mulut dan hati saya untuk tidak membicarakan si A, walau kelakuan si A itu buruk.”

            Pemikiran seperti itu salah karena pada hakikatnya hanya Allah yang mengetahui jika seseorang itu sudah berada di jalan yang benar atau jika seseorang itu mukhlis atau tidak. Singkatnya, hanya Allah yang mengetahui jika seseorang itu bertakwa atau tidak. Hanya Allah yang dapat memutuskan seseorang itu pantas masuk surga atau neraka. Manusia lemah pasti sering lupa akan kelemahannya sendiri. Itulah mengapa pengorbanan lainnya yang penting adalah mengorbankan rasa ego atau pemikiran lebih baik daripada orang lain. Pemikiran seperti itulah yang sebaiknya kita sembelih agar kita senantiasa dapat memperbaiki diri karena manusia hanya bisa memperbaiki diri dan memohon bimbingan Sang Khalik agar senantiasa menjaganya dari godaan Syaitan dan terjerumus dalam keburukan.

            Jadi pada akhirnya pengorbanan itu adalah salah satu faktor penting untuk berhijrah menuju jalan kebaikan dan tujuan utamanya adalah untuk meraih ridha Allah yang akan memberikan ketentraman batin kekal abadi dan Allah akan memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai macam kesulitan. Itulah indahnya ajaran Islam, semua ajarannya menyentuh jiwa bukan hanya ritual tetapi menjadikan seseorang menjadi lebih mindful atau lebih sadar akan perbuatan dan perkataannya. Ketika seorang Muslim selalu sadar akan perbuatannya, berdoa dan berupaya untuk berhijrah, maka ia tengah berusaha untuk memahami makna hakiki dari tujuan penciptaannya. Tujuan mengapa ia hadir dan diciptakan di bumi ini. Tujuan hakiki penciptaan seperti yang Allah Ta’ala firmankan dalam Surah Al-An’am ayat 163: “Sesungguhnya ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”


Penulis : Khalida Jamilah

Sumber Gambar : Alhudapeduli.com

Referensi :
1.kutipan : Charles Dickens 
2. Surah Al-An’am ayat 163: