Yesus Tidak Mati di Atas Kayu Salib?

2373

Tuhan Yang Maha Kuasa kemudian membuat sebuah badai yang dahsyat sehingga waktu gelar datang lebih cepat sehingga Yesus tidak harus menunggu hingga siang.

“Sekitar jam 12 tepat ketika matahari berhenti bersinar dan kegelapan menutupi seluruh negeri hingga jam 3 tepat.” [Lukas 23:44]

Injil pun lebih lanjut menyatakan bahwa pada jam tiga tepat Yesus berteriak dengan keras.

“Eloi, Eloi lema sabakhtani” yang artinya “Tuhanku, Tuhanku kenapa engkau meninggalkan aku?” [Markus 15:34]

Yesus yang berdoa dengan kuat kepada Tuhan supaya mengangkat kutukan kematian ini tidak memahami mengapa Tuhan meninggalkannya padahal selalu menjadi kebiasaan Tuhan mendengar doa beliau. Apa yang tidak diketahui Yesus adalah ia kehilangan kesadarannya di saat-saat dimana Allah akan menyelamatkannya.

Kata-kata Yesus, “Tuhanku, Tuhanku, kenapa engkau meninggalkan aku?” adalah memunculkan pertanyaan bahwa jika Yesus adalah Tuhan lalu kepada siapa ia memohon? Anda tidak bisa memiliki Tuhannya Tuhan.

Pertanyaan yang penting sekarang adalah apakah Yesus wafat atau hanya tidak sadarkan diri?

Berdasarkan nubuatan Yesus, ia seharusnya masih hidup karena ia harusnya masuk ke dalam perut bumi dalam keadaan hidup. Berdasarkan doanya, Tuhan seharusnya mendengarnya, sehingga orang-orang Yahudi akan gagal dalam rencana mereka agar ia (Yesus) dipanggil sebagai orang yang dikutuk oleh  Allah.

Dalam Yohanes 19:33-34 :

“Tetapi ketika mereka datang ke Yesus, mereka melihat bahwa ia telah wafat, sehingga mereka tidak mematahkan kaki-kakinya akan tetapi salah satu prajurit menusukkan tombaknya ke Yesus. Seketika itu darah dan air mengalir keluar.”

Sekarang “darah dan air” tidak mengalir keluar dari tubuh yang telah meninggal. Seorang yang baru saja meninggal yakni ketika jantung berhenti memompa darah, aliran darah pun berhenti. Ini menunjukkan bahwa meskipunpun ia tampak seperti meninggal, ia sebenarnya masih hidup hanya saja tidak sadarkan diri. Dan inilah rencana Tuhan yakni membiarkan tubuh Yesus seperti meninggal sehingga para tentara tidak mementingkan untuk mematahkan kaki-kakinya, kalau tidak Yesus akan benar-benar mati.

Ketika Pilatus diminta oleh Yusuf Arimathea untuk melepaskan tubuhyesus, Injil mengatakan pada kita bahwa,“Pilatus dikejutkan ketika mendengar bahwa Yesus telah wafat” [Matius 15:44]. Mengapa Pilatus harus dikagetkan karena Yesus telah wafat jika dirinya sendiri memberikan keputusan untuk kematian Yesus? Faktanya adalah rencana Pilatus adalah untuk menyelamatkan Yesus dengan menunda penyalibannya, mengetahui bahwa butuh waktu yang panjang bagi seseorang meninggal dan Yesus disalib di penyaliban hanya beberapa jam.

Ini juga terjadi dimana Yusuf Arimathea yang merupakan “Seorang anggota dewan, tidak setuju dengan keputusan dan tindakan mereka” [Lukas 23:51] dan seorang prajurit Yesus [Yohanes 19:38] diizinkan oleh Pilatus (yang) memberi perintah agar tubuh (Yesus) diberikan ke Yusuf.” [Matius 27:58]. Dengan kata lain Pilatus tidak mengizinkan orang-orang Yahudi memiliki tubuh Yesus sehingga mereka tidak dapat menemukan rencana untuk penyelamatan Yesus.

Yusuf Arimathea juga membawa sejumlah besar ±30kg jenis campuran minyak mur dengan minyak gaharu [Yohanes 19:39]. Jenis ini digunakan untuk pengobatan dan bahkan hingga sekarang digunakan di Barat, mereka menyebutnya “Marham-e-Isa” atau “Salap Isa”. Minyak oles ini sangat berguna untuk menghentikan pendarahan dan minyak mur mencegah luka menjadi infeksi.

Setelah 3 hari, setelah mengumpulkan tenaga dan lukanya sudah sedikit pulih, Yesus berjalan ke Galilea.

“Sekarang pergilah dan berilah pesan kepada murid-muridnya termasuk Petrus: ‘Ia akan mendahului kamu ke Galilea; disana kamu akan melihat dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepadamu.’” [Markus 16:7]

Dan di dalam Lukas 24:15 :

“Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.”

Yesus pada akhirnya bertemu dengan murid-muridnya ketika mereka sedang makan, siapa saja yang melihatnya mengira mereka sedang melihat hantunya. Ia menenangkan mereka dengan berkata bahwa ia masih Yesus yang sama dan memperlihatkan kepada mereka luka-luka di tangan dan kakinya.

“Mereka terkejut dan takut serta menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu terkejut dan apa sebab timbulnya keraguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan dan kakiku: aku sendirilah ini: rabalah aku dan kamu akan tahu, karena hantu tidak mempunyai daging dan tulang, seperti yang kamu lihat ada padaku.’” [Lukas 24:37-39]

“Kemudian layaknya manusia biasa, ia lapar dan bertanya kepada murid-muridnya, ‘Apakah kamu mempunyai sesuatu untuk dimakan disini?’ Mereka memberinya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.” [Lukas 24:41-42]

Dari ayat ini jelas bahwa Yesus setelah disadarkan dari pingsannya tidak menjadi roh. Ia sama halnya seperti manusia biasa dengan tubuh manusia jika ia dihidupkan setelah kematian bagaimana dengan tubuh rohaninya yang masih ada lubang bekas lukanya dan masih membutuhkan makanan untuk hidup. Jika ia memerlukan makanan lalu ia sekarang pun seharusnya membutuhkan makanan.

Faktanya bahwa tubuh spiritual bekas dari makanan dan minuman serta luka fisik. Bagaimana bisa kita membayangkan bahwa tubuh yang demikian duduk di sisi Tuhan, yang masih membutuhkan makanan dan air dan yang masih berdaging dan bertulang dan harus berjalan untuk jarak yang jauh, serta hamba Allah yang abadi dan kekal. Jadi tidak diragukan bahwa Yesus tidak wafat di salib dan tidak memperoleh tubuh spiritual yang baru.“Terbebas dari kehidupan manusia biasa”.

Walaupun ia dalam status kematian seperti pingsan setelah sembuh, tubuhnya menahan sigat-sifat manusia seperti manusia pada umumnya. Tubuhnya tidak mengalami perubahan.

Dari injil pun jelas bahwa setelah sembuh, ia masih memiliki ketakutan yang sama bahwa orang-orang Yahudi yang terkutuk akan berusaha untuk menangkapnya lagi. Oleh karena itu ia menyamarkan dirinya dan melakukannya dengan sangat baik bahkan murid-muridnya tidak bisa mengenalnya.

“Pada hari yang sama 2 orang pengikut Yesus berangkat ke sebuah desa bernama Emmaus, … dan mereka berbincang-bincang tentang segala hal yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama mereka; mereka melihatnya tapi mereka tidak mengenalnya.” [Lukas 24:13-16]

“Kemudian ia (Maria) berbalik dan melihat Yesus berdiri disana; tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. “Ibu, kenapa engkau menangis?” Yesus bertanya. “Siapakah yang engkau cari?”. Ia (Maria) berfikir ia (Yesus) adalah seorang tukang kebun. [Yohanes 20:14-15]

Ia juga tidak ingin tinggal di wilayah yang sama karena takut bahwa musuh mungkin menangkapnya lagi. Oleh sebab itu ia memutuskan ke Galilea, sebuah tempat 70 mil jauhnya. “jangan takut” kata Yesus kepada mereka. Pergi dan katakanlah ke saudara-saudaraku untuk pergi ke Galilea dan disana mereka akan melihatku. [Matius 28:10]

Dan kemudian Yesus bertemu murid-muridnya, ia menemui mereka di dalam rumah rahasia yang terkunci.

“Seminggu kemudian para murid berkumpul kembali di dalam rumah dan Thomas bersama mereka sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata ‘Damai sejahtera bagimu.’” [Yohanes 20:26]

Sekarang, jika Yesus dalam tubuh spiritual yang baru mengapa ia menyamarkan dirinya sebagai tukang kebun, melarikan diri ke tempat yang jauh, dan berkumpul di dalam rumah yang terkunci? Berdasarkan ajaran Kristen ia sekarang telah meninggalkan “kehidupannya sebagai manusia biasa”. Tak seorang pun yang dapat mengganggunya sekarang. Ia seharusnya menunjukkan tubuh agung barunya kepada setiap orang terutama kepada orang-orang Yahudi akan tetapi sebagaimana kita tahu ia tidak melakukannya.

Tidak,Yesus sendiri tidak memberikan tanda kerapuhan dari tubuh agung barunya. Tetapi dengan perjalanan rahasianya, dengan memakan makanan dan tidur serta menunjukkan luka pada tubuhnya membuktikan bahwa ia tidak mati di salib.


Oleh: Muhammad Talha

Sumber Gambar: touteslespropheties.net