100 Tahun Ahmadiyah Menyebarkan Islam di Negeri Paman Sam

154

“U.S. Virus Deaths Nearing 500,000 In Just One Year.”

“A.S. Kematian Akibat Virus Mendekati 500.000 Hanya Dalam Satu Tahun. ”

“More Than In 3 Wars”

“Lebih Dari 3 Perang”

“Empty Spaces in Cities,

Towns, Restaurants, Homes and Hearts.”

“Kekosongan di Kota-Kota, Restoran, Rumah dan Hati. ”

            Itu adalah sepenggal headline dari surat kabar terkemuka di dunia, the New York Times. Membaca judul nya saja sudah menakutkan. Tetapi pada halaman ke 13, ada words of healing atau kata penyejuk dari Mirza Ghulam Ahmad (Hadhrat Ahmad), pendiri Jemaat Ahmadiyah.

Amerika Serikat mendapatkan kesempatan emas untuk bisa memasang satu halaman penuh mengenai kata mutiara sang Hadhrat Ahmad. Jemaat Islam Ahmadiyah Amerika Serikat telah mengeluarkan iklan bersejarah dalam satu halaman penuh di surat kabar The New York Times. Hal ini dilakukan untuk menggenapi seratus tahun pertama berdirinya Jemaat Islam Ahmadiyah di Amerika Serikat. Kalimat yang langsung terbaca adalah perkataan mutiara Hadhrat Ahmad yaitu “Utter no falsehood, invent no lies, and cause no hurt to anyone.” Yang artinya, “Jangan mengumbar kebohongan, jangan menciptakan kedustaan dan jangan menyakiti siapa pun.” [1]

Description: Macintosh HD:Users:jamilah:Desktop:IMG_4697.jpg
Description: Macintosh HD:Users:jamilah:Desktop:IMG_4697.jpg

            Kata mutiara ini adalah sebuah obat pagi ‘pandemik’ yang umat manusia sedang alami saat ini. Ya, saat ini umat manusia telah dilanda ‘pandemik’ yang berbeda. Pandemik degradasi moral, pandemik ketidakadilan, pandemik kebencian.

            Bagaimana sejarah Jemaat Ahmadiyah menyebarkan agama Islam di Amerika? Semua bermula dari perintah Hadhrat Ahmad kepada sahabatnya Hadhrat Mufti Muhammad Sadiq (Hadhrat Sadiq) yang diutus ke Negeri Paman Sam untuk menyiarkan ajaran Islam. Tepat tanggal 15 February 1920, beliau berlabuh di Philadelphia. Dalam kurun waktu 13 tahun, Hadhrat Sadiq berhasil membawa 20.000 orang masuk Islam. Beliau juga memberikan lebih dari 50 ceramah, berhasil membangun mesjid Ahmadiyah pertama di Amerika Serikat yaitu Mesjid Al-Sadiq di Wabash Avenue, Chicago. Pembangunan mesjid Al-Sadiq ini dibiayai oleh mualaf komunitas Afrika-Amerika yang tertarik masuk kedalam Ahmadiyah karena pesan-pesan yang dibawa oleh ajaran Islam yakni kesetaraan harmoni social dan ras. Sesuai hadist Rasulullah yang dikutip dari Munad Ahmad:

“Dari Abu Nadhrah telah menceritakan kepadaku orang yang pernah mendengar khutbah Rasulullah SAW ditengah-tengah hari tasyriq, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (maksudnya Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah SAW telah menyampaikan.”

Di Amerika Serikat, pesan Islam yang disebarkan Ahmadiyah sangat menekankan pada persamaan hak, persatuan, dan keadilan sosial. Berdirinya mesjid Al-Sadiq di Chicago adalah rencana Tuhan untuk mengembalikan persamaan hak dan keadilan social bagi warga keturunan Afrika disana, yang memenuhi 32% populasi di Chicago[2]. Bantuan Allah pun terus datang kepada Hadhrat Sadiq. Contohnya adalah pertemanan beliau dengan Marcus Garvey ,tokoh pejuang hak keturunan Afrika di Amerika.[3] Pertemanan ini semakin melancarkan beliau menyebarkan ajaran Islam di Amerika.

            Jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki mayoritas masyarakat Muslim, penyebaran ajaran Islam di Negeri Paman Sam memiliki keunikan tersendiri karena latar belakang dan isu yang terjadi di masyarakat dan lingkungannya memang berbeda dengan di negara seperti Indonesia. Dalam iklan di New York Times pun, kalimat yang digunakan mengandung kata-kata seperti “racial, social, and economic equality.” (persamaan ras, sosial dan ekonomi). Isu kesetaraan hak dan keadilan sosial memang menjadi isu utama di Amerika Serikat begitu juga dengan rasisme.

            Halaman bersejarah yang terbit surat kabar terkemuka dunia New York Times edisi tanggal 21 Februari 2021 bukan hanya pelengkapan dari seratus satu tahun eksistensi Jemaat Islam Ahmadiyah menyebarkan Islam di Amerika Serikat, namun itu adalah ‘obat’ bagi virus sosial dan penyakit hati yang kini telah dialami oleh umat manusia baik yang berada di Barat dan Timur.


Oleh : Khalida Jamilah

Sumber :

[1]. Ruhani Kazain, vol. 14, hal 187-188, London, 1984.

[2] Chicago, Illinois Population 2020, 2019 (suburbanstats.org)

[3] . Tweeter @TrueIslamUSA

Sumber Gambar : reviewofreligions.org