Donor Darah: Sebuah Sinergisme Antara Habluminallah dan Habluminannaas

111

Pada zaman peperangan sebelum abad ke 21 ini mungkin kita sering mengenal istilah ‘pertumpahan darah’ di mana berbondong-bondong orang mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemaslahatan suatu kaum agar dapat bertahan dari ancaman luar atau atas azas kemanusiaan untuk memerjuangkan kebenaran. Para pelaku ‘pertumpahan darah’ tersebut sering dikenal sebagai pejuang atau pahlawan. Mereka secara ikhlas rela untuk kehilangan darah dan menderita demi sesuatu yang diperjuangkannya.

            Salah satu contoh teladan pada zaman Rasulullah saw. adalah kisah Hazrat Khabbab bin Al-Arat (ra). Beliau merupakan salah satu sahabat Rasulullah saw. yang turut serta dalam berbagai peperangan, seperti perang Badr, perang Khandaq, perang Uhud dan perang-perang lainnya yang tentu mengakibatkan pertumpahan darah di kala itu. Namun atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. dan kecintaannya terhadap Islam, beliau (ra) rela berkorban demikian. Rasulullah saw. pun memberikan penghormatan yang tinggi kepada beliau (ra).1

            Demikian cara yang ditempuh oleh sahabat-sahabat Rasulullah saw. yang terlukis dalam berbagai riwayat tentang bagaimana pengorbanan mereka untuk memperoleh qurub Ilahi dengan melakukan pengorbanan seperti pertumpahan darah pada saat perang dan sebagainya.

            Pada saat ini istilah ‘pertumpahan darah’ bukanlah hal yang mesti dianulir. Namun kita tidak lagi menggunakan cara-cara seperti mengangkat pedang dan menabuh genderang perang agar timbul kesan jihad sebagaimana yang terjadi pada zaman Rasulullah saw.. ‘Pertumpahan darah’ pada zaman ini dapat diimplementasikan melalui aksi ‘Donor Darah’, di mana darah kita (orang yang sehat) akan memberikan dampak yang luar biasa bagi orang-orang yang membutuhkan.

            Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi virus corona ini merupakan problema yang menjadi dilema ketika mereka yang belum dikaruniai kesehatan sangat membutuhkan darah, seperti kebutuhan darah pasca-operasi, pada saat melahirkan dan sebagainya, namun terkendala karena sebagian besar fasilitas kesehatan melayani dan memrioritaskan pasien positif Covid-19.

            Dilansir dari Albert Lea Tribune, Palang Merah Amerika telah meminta kepada orang-orang yang sehat untuk membantu pasien-pasien yang membutuhkan darah. Selama masa pandemi Covid-19 banyak hal-hal tak terduga yang sekiranya dapat berdampak pada kesehatan (diluar kasus positif Covid-19). Melalui aplikasi daring, para calon pendonor dapat mendaftarkan diri untuk menyumbangkan darahnya bagi pasien yang membutuhkan2.

            Tak hanya Amerika, Indonesia melalui Jemaat Ahmadiyah Indonesia, juga melakukan fastabiqul-khairat dengan meluncurkan aplikasi GiveBlood, yakni aplikasi berbasis daring yang memudahkan pendonor menyumbangkan darahnya kepada resipien. Dalam aplikasi tersebut, pengguna melengkapi informasi dasar seperti nama, alamat, surel, dan nomor ponsel. Selain itu pengguna juga harus menginformasikan golongan darah lengkap dengan rhesus. Nantinya informasi mengenai golongan darah disertai dengan alamat ini akan memudahkan pencari donor darah.
Masuk ke bagian beranda, aplikasi ini terdapat fitur “Cari Darah”. Fitur ini digunakan untuk mencari pendonor darah. Ketika memasukkan wilayah pendonor darah yang dibutuhkan, akan muncul daftar pendonor di wilayah tersebut yang telah mendaftarkan diri di aplikasi ini3.

            Pada saat ini, Indonesia mengalami krisis stok darah selama masa pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta. Sejak ada orang pertama yang dinyatakan positif Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu, kekurangan stok darah mulai dirasakan dan mengalami penurunan. Kebutuhan darah di Jakarta yang bisa menjangkau 800-1000 kantung darah, kini hanya sekitar 200 kantung darah. Masalah utamanya adalah banyak instansi/lembaga yang menghindari donor darah selama masa pandemi sehingga tidak mengadakan kegiatan donor darah seperti biasanya4. Namun, apakah aman melakukan donasi darah di tengah pandemi Covid-19? Spesialis penyakit menular dari Cleveland Clinic, Frank Esper, menyarankan agar orang-orang dalam kondisi sehat tidak ragu mendonasikan darah demi membantu sesama pada situasi saat ini. Menurutnya, petugas yang menangani donasi darah telah dibekali pengetahuan dan memahami cara untuk melakukan proses donasi darah dengan aman sehingga tidak menimbulkan risiko apa pun bagi sang donor dan ketika mendonorkan darah tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah direkomendasikan untuk mencegah penyebaran Covid-195.

            Melihat realita yang terjadi, sudah sepatutnya kita hilangkan sangsi tanpa gengsi dalam membantu sesama yang sedang membutuhkan. Apalagi kodrat manusia sebagai homo socius yang tak bisa lepas dari hubungan sosial antarmanusia yang selalu saling membutuhkan satu sama lain. Dengan demikian kita telah menegakkan habluminannaas atas dasar kemanusiaan dan ketaqwaan kepada Allah Swt.

            Seberapa besar urgensi dari mengkhidmati manusia terefleksi dalam arti penggalan ayat 73 Al-Quran Surah Al-Anfal berikut ini:

“…Tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan agama, maka wajiblah kamu menolong mereka, kecuali terhadap suatu kaum yang antara kamu dengan mereka telah mengikat perjanjian. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.”

            Ayat ini meletakkan asas bahwa orang-orang Islam yang sama-sama tinggal di suatu negara dan sama-sama di bawah suatu pemerintahan, baik sebagai muhajir maupun sebagai penduduk asli, wajib menolong satu sama lain6. Inilah yang harus dicapai seorang manusia, yakni agar Allah Taala melihat apa yang kita perbuat untuk menolong sesama sehingga kita mendapatkan keridhaan-Nya.

            Dalam Khutbah Jumat tanggal 10 April 2015, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) meyampaikan, “Seseorang yang berpaling kepada-Nya dengan kerendahan hati yang sangat luar biasa serta mengadopsi kualitas-kualitas lainnya seperti yang disebutkan, maka ia akan meraih kedekatan dengan Allah Ta’ala. Pada gilirannya, hal ini akan menarik perhatiannya bahwa seraya memenuhi huququllah (hak-hak Allah), ia juga harus memenuhi huququl ibad (hak-hak hamba/manusia). Kondisi ini akan membawanya untuk berusaha menjadi manifestasi dari apa yang Hadhrat Masih Mau’ud as ungkapkan dalam syair bahasa urdu beliau:

Bayangkan diri kalian lebih rendah dari siapa pun Mungkin hal ini akan membuat kalian dapat meraih jalan masuk di Singgasana Keesaan Ilahi7”.

            Oleh karena itu, dengan melakukan kegiatan kemanusiaan yang berlandaskan rasa kepedulian terhadap sesama manusia dan ketaqwaan kepada Allah Swt., kita telah menciptakan suatu harmonisasi antara habluminallah (hubungan dengan Allah)dan habluminannaas (hubungan dengan manusia), salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, terutama ketika menghadapi masa-masa sulit seperti pandemi yang dialami umat manusia di seluruh dunia saat ini.


Oleh: Umar Farooq Zafrullah

Sumber:

  1. Friday Sermon Summary 8th May 2020: “Men of Excellence – Hazrat Khabbab bin al-Arat (ra)” https://www.reviewofreligions.org/22111/friday-sermon-summary-8th-may-2020-men-of-excellence-hazrat-khabbab-bin-al-arat-ra/ Diakses tanggal 10 Mei 2020
  2. Blood Donors Needed Amid Covid-19. https://www.albertleatribune.com/2020/05/blood-donors-needed-amid-covid-19/ Diakses tanggal 16 Mei 2020
  3. Aplikasi GiveBlood Memudahkan Cari Pendonor Darah. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180525120226-185-301211/aplikasi-giveblood-memudahkan-cari-pendonor-darah Diakses tanggal 16 Mei 2020
  4. Jakarta’s Indonesian Red Cross Announce Blood Supply Shortage. https://en.tempo.co/read/1341832/jakartas-indonesian-red-cross-announce-blood-supply-shortage Diakses tanggal 16 Mei 2020
  5. Amankah Melakukan Donasi Darah Saat Pandemi Covid-19? https://health.kompas.com/read/2020/04/22/140000068/amankah-melakukan-donasi-darah-saat-pandemi-covid-19?page=all. Diakses tanggal 16 Mei 2020
  6. Al-Quran Terjemahan dan Tafsir Singkat. Jemaat Ahmadiyah Indonesia
  7. Khutbah Hazrat Khalifatul Masih V aba 10 April 2015 “Intisari Beribadah Kepada Allah Taala” dan Kutipan Barahin Ahmadiyahh hishshah pancjam (V), Ruhani Khazain jilid 21, halaman 18 badter bano har eik se apne kheyal me, syaid isi se dakhil ho daarul wisaal me.

Sumber Gambar: halodoc.com