Gelar William Kepada Khalifatul Masih II ra.

73

Tahukah rekan pembaca yang budiman bahwa Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. dijuluki William?, Apa makna di balik gelar ini?, Lalu siapakah yang menganugerahkan gelar kehormatan ini?, Penulis akan menyampaikannya pada tulisan sederhana ini sehingga kita menjadi lebih tahu betapa tinggi martabat beliau.

Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra. (lahir di Qadian, 12 Januari 1889 – wafat di Rabwah/Pakistan, 7 November 1965 pada umur 76 tahun) adalah putera dari Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Allah Ta’ala melalui wahyu-Nya menyampaikan kabar suka kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. bahwa beliau akan dianugerahi seorang putera yang sangat cerdas dan memiliki kualitas rohani yang unggul bahkan beliau akan senantiasa didukung oleh Roh Kudus (Majmuah Isytiharat jilid 1 hal. 100-102 diumumkan pada 20 Februari 1886) Hadhrat Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad ra. adalah putera yang Allah Ta’ala janjikan tersebut. Oleh karena itulah beliau dikenal sebagai Muslih Mau’ud (Pembaharu yang dijanjikan) dan putera yang dijanjikan dalam Jamaah Ahmadiyah. Beliau terpilih menjadi Khalifatul Masih yang kedua pada usia yang sangat muda yakni 25 tahun. Pilihan Tuhan memang tidak mungkin salah. Fakta yang berbicara bahwa beliau sangat berhasil dalam memimpin Jamaah Ahmadiyah dalam masa 52 tahun kepemimpinan beliau. Akar dari misi-misi jamaah Ahmadiyah di luar negeri adalah dimasa kepemimpinan beliau termasuk di Indonesia dimana beliau pun mengirimkan seorang mubaligh yang merupakan sahabat Hadhrat Masih Mau’ud as sendiri yakni Mln. Rahmat Ali, H.A.O.T. ra. ke Indonesia pada tahun 1925. Beliau menulis banyak sekali buku dan tafsir. Karya tulis yang paling terkenal adalah Tafsir Kabir dan Tafsir Shagir serta kumpulan ceramah beliau yang telah di kompilasikan menjadi buku Anwarul Ulum. Prestasi beliau membuat kita tak terlalu heran bila beliau dianugerahi gelar William.

Pertama-tama kita akan membahas apa makna dibalik kata William ini. Hadhrat Muslih Mau’ud ra sendiri menjelaskannya sebagai berikut:

…seseorang yang sangat bertekad dan berkemauan keras dalam bahasa Inggris disebut William. Sedang kata William adalah gabungan kata Will dan Helm. Arti kata Will adalah iradah (kemauan/kehendak) dan makna kata Helm adalah Helmet sedangkan arti Helmet sendiri adalah helm (pelindung kepala) yang terbuat dari besi. Maka makna dari William adalah seseorang yang teguh dan memiliki niat sekuat zirah (baju besi) atau helm besi (pelindung kepala dari besi). Dalam Bahasa Arab kata tersebut diterjemahkan dengan kata Ulul Azmi… (Tafsir Kabir Jilid 5, cetakan tahun 2004 halaman 301)

Dari pemaparan beliau kita ketahui makna dari gelar dan julukan William adalah “seseorang yang sangat bertekad dan berkemauan keras”. William sendiri adalah gabungan dari kata Will dan Helm. Pengertian ini mengindikasikan bahwa seseorang yang diberi gelar William adalah orang yang teguh, istiqomah dan memiliki hasrat dan keinginan yang kuat layaknya baju besi atau pelindung kepala (helm) yang terbuat dari besi. Beliau menyebutkan bahwa William dalam bahasa Arab adalah Ulul Azmi. Kita tahu beberapa Nabi dijuluki Ulul Azmi dalam tradisi Islam yakni Nabi Muhammad saw, Isa/ Yesus as, Musa as, Ibrahim as. dan Nuh as. mengacu pada ayat QS. Al-Ahqaf : 36 dan QS. Asy-Syura : 14. Mereka memperoleh gelar tersebut karena memiliki keteguhan luar biasa selama menyebarkan berbagai risalah Allah.

Pertanyaan berikutnya adalah “siapakah yang telah memberi gelar William kepada Hadhrat Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad ra. ?”. Hadhrat Muslih Mau’ud ra. menyampaikannya sendiri sebagai berikut:

Dalam suatu ru’ya (mimpi yang benar) aku melihat bahwa aku pergi ke Inggris dan aku memasuki negeri itu layaknya seorang Jendral yang menang.  Saat itu (masih dalam ru’ya) aku memahami bahwa diriku dinamai William…Karena dalam berbagai Ilham namaku juga Ulul Azmi. Oleh karena itu Allah Ta’ala memperlihatkannya (gelar Ulul Azmi) dengan menerjemahkannya (menjadi William)… (Tafsir Kabir Jilid 5, cetakan tahun 2004 halaman 301).

Ru’ya atau mimpi yang benar adalah salah satu bentuk wahyu yang menjadi sarana komunikasi antara Tuhan dengan mahluk ciptaan-Nya. Semata-mata karunia Allah Ta’ala bahwa Dia pun memberi gelar Ulul Azmi/William kepada Hadhrat Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad ra. sebagaimana Dia anugerahkan kepada para Nabi-Nya. Nama dan gelar yang dianugerahkan sendiri oleh Tuhan Yang Maha Kuasa tentunya jauh lebih bermakna dari pada gelar dan nama yang diberikan oleh orang duniawi. Gelar dan nama ini juga mengisyarahkan betapa tingginya martabat Hadhrat Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad ra. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menganugerahkan rahmat-Nya kepada beliau dan menempatkan beliau dalam surga keridhoan-Nya. Aamiin

Oleh : Ammar Ahmad

Sumber :

Mahmud Ahmad, Basyirudin. 2004. Tafsir Kabir Jilid 5. Print Well: Amritsar. (hal. 300-301)

Catatan:

  1. Berikut penulis sampaikan wahyu yang diterima Hd Masih Mau’ud as bahwa putera beliau, Hadhrat Muslih Mau’ud ra memang dinamai Ulul Azmi oleh Allah Ta’ala:

Ek dusra Basyir tumhe diya jaega jis ka nam Mahmud bhi he. Who apne kamong me Ulul Azmi hoga. Yakhluqullahu ma yasyaa u” “Basyir yang kedua akan dikaruniakan kepadamu yang namanya juga Mahmud. Dia akan menjadi orang berkemauan tinggi (Ulul Azmi) dalam upayanya. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki” (Haqqani-Taqrir bar Waqiah wafat-e-Bashir, 1 Desember 1888; Majmuah Ishtiharat, vol.1; hal. 179, Ruhani Khazain, vol.2 hal. 463, catatan kaki).

“woh Ulul Azmi hoga owr husno ihsan me tera nazir hoga. Yakhluqu maa yasyaa u” “Dia akan menjadi orang yang berkemauan tinggi dan akan serupa dengan kamu dalam kegagahan dan kebajikan. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki”(Maktubat-e-Ahmadiyyah, vol. 5, no. 5, hal. 50; surat tanggal 4 Desember 1888, kepada Hadhrat Khalifatul Masih I ra).

  1. Ru’ya Hadhrat Muslih Mau’ud ra ini juga dicatat oleh Tariq Hayat di Pakistan.

9 September 1087: On this day, the King of England, William the Conqueror passed away. In a dream of his, Hazrat Musleh Maudra saw himself on the seashores, clad in the luxurious clothes of an army general and a voice thereafter was heard from the unseen, saying, “William the Conqueror”. 

9 September 1087: Pada hari ini, Raja Inggris William The Conqueror meninggal dunia. Dalam mimpinya, Hadhrat Muslih Mau’ud ra. melihat dirinya dipantai mengenakan pakaian mewah seorang jendral tentara dan setelah itu terdengar suara gaib mengatakan “William The Conqueror/William Sang Penakluk” (alhakam.org/7-13-september).

Sumber Gambar : trueislam.com