Istighfar Sebagai Sarana Perbaikan Rohani

235

Semenjak permulaan kehidupan, manusia telah diajarkan tata cara hidup di dunia. Ia diajarkan tujuan penciptaannya yakni menyembah Allah swt, bagaimana cara untuk melangkah di jalan yang benar guna menarik karunia Allah swt, bagaimana menjadi manusia yang baik terhadap sesama dan juga bagaimana cara untuk menjaga diri dari syaitan sehingga bisa selamat dari dosa. Akan tetapi, kelemahan sudah menjadi bagian alami manusia dan mengarahkan manusia kepada kesalahan. Sebagai manusia kita setiap hari melakukan kesalahan dan dosa, terkadang kita berpikir bahwa dosa kita sudah terlalu banyak dan tidak ada cara untuk bertaubat. Terkadang kita sama sekali tidak menyadari kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan, dan terkadang juga kita tidak siap untuk menerima bahwa kita telah melakukan sesuatu yang salah.

Walaupun demikian, kita sangat beruntung bahwa Allah swt telah mengajarkan kepada kita cara untuk menutupi kesalahan, kelemahan, dan kemalasan kita, dan salah satu cara yang terbaik yang Allah ajarkan adalah dengan beristighfar.

Apa itu istighfar ?

Masih Mau’ud as menjelaskan :

“Asal kata istighfar adalah ghafara yang artinya menutupi, jadi makna istighfar ini adalah saat Allah swt menutupi kelemahan alami hamba-Nya dengan kekuatan-Nya”

Istighfar adalah alat untuk bertaubat setelah melakukan berbagai macam dosa. Kita harus tau bahwa istighfar adalah suatu perbaikan rohani yang luar biasa. Di dalam Al-Quran Allah swt berfirman :

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ (٥٢)

Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS 11:53)

Di dalam ayat ini Allah swt telah memerintahkan kepada kita untuk memohon ampun atas kesalahan kesalahan kita. Dia akan memberikan kekuatan dan  juga menasehati kita agar jangan berpaling dari-Nya sebagai pendosa.

Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah saw bersabda : “Demi Allah! Saya memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari 70 kali sehari.”

Pada riwayat lain Ibn Umar ra meriwayatkan “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda ‘Wahai manusia mohonlah ampunan kepada Allah, sungguh aku memohon ampun kepada-Nya seribu kali sehari’.”

Kehidupan rasulullah saw telah terbebas dari dosa, beliau saw mengikuti semua perintah perintah Allah sehingga di dalam kehidupan beliau terdapat rohani sejati. Meskipun demikian beliau tetap saja melaksanakan istighfar melebihi siapapun. Sedangkan kita hanyalah manusia biasa yang masih saja melakukan kesalahan dan dosa, oleh karena itu kita perlu memperbanyak beristighfar melebihi rasulullah saw.

Istighfar merupakan perbaikan dan latihan rohani yang akan membawa kita mendekat kepada Allah swt dan memungkinkan bagi kita untuk mengembangkan hubungan dengan Allah swt. Istighfar mampu menutupi dan melindungi orang yang beriman dari segala macam keburukan, kelemahan, dan dosa serta mampu menarik kasih sayang dari Allah swt sehingga dosa dosa kita dimaafkan.

Kita hendaknya beristighfar sehingga hawa nafsu kita tidak mendorong kita kepada keburukan dan dengan beristighfar kita juga menyelamatkan diri kita dari dosa yang belum kita lakukan.

Masih Mau’ud as bersabda bahwa ada 3 kondisi untuk bertaubat :

  1. Terbebas dari keburukan dan niat buruk, yang berarti kita tidak memikirkan segala macam bentuk keburukan dalam segala kondisi.
  2. Pendosa harus menyesali atas dosa dan keburukannya, artinya jika kita melakukan kesalahan baik sadar ataupun tidak sadar, kita merasa bersalah akan hal itu.
  3. Berusaha keras untuk tidak akan melakukan keburukan keburukan itu, serta berjanji bahwa kita tidak akan pernah melakukan keburukan tersebut.

Kita juga harus ingat bahwa pintu karunia Allah swt tidak pernah tertutup. Terkadang hati kita dan pikiran kita tidak mendorong kita kepada ibadah dan doa. Terkadang kita merasa sedih dan hilang harapan karena dosa kita terlalu banyak sehingga Allah tidak akan mengampuni kita. Akan tetapi kita tidak harus hilang harapan dan kita harus selalu ingat bahwa bertaubat akan membersihkan noda noda dosa kita.

Shada bin Aus Anshari ra meriwayatkan bahwa rasulullah saw bersabda : “Sayyidul Istighfar” ( Doa yang paling baik untuk memohon ampunan) adalah :

اللهم الهمنى رشدى واعذنى من شر نفسى اللهم انت ربى لا اله الا انت خلقتنى و انا عبدك واناعلى عهد ك ووعد ك ماستطعت اعوذبك من شر ما صنعت ابوء لك بنعمتك علي وابوء بذ نبى فا غفرلى فانه لا يغفر الذنوب الا انت

‘Ya Allah ! Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu dan saya berpegang kepada perjanjian-Mu selama aku mampu. Aku memohon perlindungan-Mu dari kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui karunia karunia yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku mengakui dosa dosaku. Maafkanlah aku, tidak ada kekuatan yang Maha Pemaaf selain Engkau’

Bilal bin Yassar ra dari kakeknya bahwa rasulullah saw mengajarkan sebuah doa untuk bertaubat dan bersabda siapa saja yang membaca doa ini Allah akan mengampuni dosanya.

Mirza Masroor Ahmad, Khalifah Kelima Jamaah Muslim Ahmadiyah menjelaskan : “Dengan hubungan hakiki kepada Allah (taubat dan istighfar), kita akan mendapatkan pengalaman surga di dunia dan balasan besar lainnya yang akan dipersembahkan di akhirat.”


Oleh: Muhammad Talha

Sumber Gambar: intisari.grid.id