LOVE YOURSELF

798

Ketenangan dalam diri ialah obat untuk jiwa yang sedang berantakan, jika kita bisa lihat diri kita, tentu kita akan bicara “Terima kasih” pada diri sendiri, karena selama ini sudah menjadi manusia yang kuat dengan segala hiruk-pikuk cobaan. Kali ini saya ingin membuat sebuah penyemangat baru dalam diri untuk jiwa yang sedang merasa berantakan. ini bukan sekedar penyemangat biasa, namun sebuah motivasi yang bisa dilakukan ketika diri kita sedang tidak berdaya. 

Sebagai manusia yang memasuki usia labil (20th-an) kita merasa bahwa segala hal yang terjadi dalam hidup kita itu berubah banyak hal, kita kaget dan terkejut. Mengapa hidup terasa berat, mengapa semua berbeda, mengapa semua menjauh, mengapa semua hilang, hingga apakah aku tidak sanggup menjalaninya? Pertanyaan pada diri sendiri tersebut mungkin sering kali muncul sekilas dalam benak. Namun apakah kalian mengetahui? Sebenarnya kita sanggup dan bisa untuk melewatinya. Hanya karena diri sendiri tidak bisa melewati beberapa hal yang sekiranya tidak bisa kita lakukan, bukan berarti kita tidak sanggup menjalaninya. Padahal  tanpa kita sadari, kita sudah cukup kuat untuk melaluinya.

Proses.

Membicarakan suatu proses tidak terlepas dari kegagalan, hal yang seharusnya bisa dilalui itu bisa kita dekap dengan erat jika benar-benar gigih untuk mendapatkannya. Sebagai pemuda yang tangguh dengan segala bentuk perjuangan seorang pemuda, kita harus berambisi yang kuat bahwa segala apa yang ingin diraih harus diperjuangkan dengan yakin, tidak perlu merasa takut akan gagal, itu hal yang biasa dan itu artinya kita sedang bersikeras menabung banyak untuk pengalaman dan kenangan kita yang nantinya akan diceritakan di masa yang akan datang. (Indra Sugiarto, Penulis Buku Teman Berjuang) 

Ketika kita sudah kerja keras dengan baik kita akan merasa bahwa diri kita sudah senang, menang, gembira, dan berhasil, namun bukan sekedar menikmati hasil. Segala bentuk perjuangan yang telah kita lakukan akan terasa nikmat jika dikenang segalanya. Bukankah diri kita beruntung? Bisa menikmati hasil yang kita raih, ketika kita terpuruk dan tidak berdaya dapat diibaratkan kita sedang sakit. Maka kita perlu obat untuk dapat menyembuhkannya yaitu dengan cara memotivasi diri dan mengapresiasi diri. 

Dalam Al Quran Surah Ar-Ra’d [13] ayat 29, Allah Swt berfirman : 

الْقُلُوبُ تَطْمَئِنُّ اللَّهِ بِذِكْرِ أَلَا 

Artinya : “Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati akan memperoleh ketentraman.”

Motivasi diri juga dapat kita lakukan dengan berdo’a untuk mencari ketenangan pada Allah ta’ala, untuk itu jangan sungkan untuk mendekatkan diri pada Allah ta’ala yang Maha Penolong, agar jiwa kita dapat terus tumbuh untuk tetap semangat meraih apa yang kita inginkan.

Semua apa yang sudah kita lalui, bismillah kita selalu terus merasa bersyukur atas apa yang telah kita kerjakan. Berterima kasih kepada Allah Ta’ala, yang sudah menguatkan hati, jiwa dan tenaga untuk terus konsisten melangkah ke depan. Kita jadi lebih mencintai diri kita sendiri. Bahwa diri kita sendiri juga berhak untuk mendapatkan apresiasi atas apa yang telah kita kerjakan. Bagi teman-teman di luar sana yang sedang merasa tidak berdaya atau sedang merasa sendiri, kalian harus terus semangat memotivasi diri agar kalian lebih mencintai diri kalian. Ingatlah, pertolongan Allah akan selalu ada bagi mereka yang menjadi sahabatNya. Mirza Ghulam Ahmad (as), Pendiri Jemaah Muslim Ahmadiyah bersabda: 

“Apakah bukan suatu hal yang ajaib bahwa seorang anak yatim yang miskin, tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan, tidak terpelajar dan sendirian di tengah bangsa yang kaya di bidang keuangan, kekuatan militer dan intelektual, tetapi bisa membawa ajaran yang demikian cemerlang sehingga mampu membungkam semua orang dengan argumentasinya yang bersifat konklusif dan bukti-buktinya yang nyata? Beliau menunjukkan kesalahan-kesalahan dari mereka yang dianggap sebagai filosof besar. Beliau telah memperlihatkan kekuasaan sedemikian rupa yang dapat menurunkan seorang penguasa dari tahtanya dan menaikkan seorang miskin sebagai penggantinya. Kalau ini bukan bantuan Ilahi, lalu apa namanya ini? Mungkinkah seseorang mampu mengalahkan seluruh dunia dalam penalaran, pengetahuan dan kekuatan tanpa bantuan Ilahi sama sekali? Siapakah yang menyertai Yang Mulia Rasulullah saw ketika beliau pertama kali mengumumkan kepada bangsanya bahwa beliau adalah seorang Nabi? Apakah ada pada beliau itu harta benda berupa kekayaan raja-raja yang bisa diandalkan dan digunakan untuk menghadapi seluruh dunia atau pasukan angkatan perang yang bisa mengamankannya dari serangan raja-raja lain? Bahkan para lawan kita juga mengakui kalau pada saat itu Yang Mulia Rasulullah saw berdiri sendiri, tanpa daya dan tanpa memiliki apa pun. Hanya Tuhan saja yang telah menciptakan beliau untuk tujuan mulia, dan Dia juga yang menjadi sahabat dan penolong beliau.” (Barahin AhmadiyahRohani Khazain, vol. 1, hal. 119-120, London, 1984)

Sebagaimana Allah menolong sahabatNya Rasulullah SAW, kitapun pasti akan mendapatkan pertolongan dari Allah jika kita menjadi sahabatNya.


Penulis : Ahmad Komrudin 

Referensi :https://instagram.com/bukuindrasugiarto?utm_medium=copy_link

Pertolongan Allah kepada Rasulullah SAW https://ahmadiyah.id/pertolongan-allah-kepada-rasulullah.html

Sumber gambar : http://blog.unnes.ac.id/pengembangandiri/tips-memotivasi-diri-sendiri-dan-menjadi-pribadi-yang-sukses.html