Memaksakan Atribut Keislaman, bolehkah?

174

Masih segar diingatan, kasus pemaksaan penggunaaan jilbab kepada siswa non-muslim di SMKN 2 Padang yang cukup meramaikan jagat raya Dunia Pendidikan Indonesia. Berawal dari sebuah video yang viral di laman Facebook, bagai bola panas, berita ini pun terdengar hingga Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Bpk. Nadiem Makarim. Video yang berisi pemanggilan orang tua murid siswa SMKN 2 Padang  dikarenakan putrinya yang non muslim tidak memakai jilbab, berbuntut reaksi dari Menteri Pendidikan. Dengan tegasnya, Sang Menteri menyatakan atas nama Pemerintah, tidak dapat memaklumi, karena sekolah tidak boleh sama sekali membuat peraturan atau imbauan untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah, terlebih jika tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan peserta didik.

Hingga kini, ketenangan seolah didapatkan oleh peserta Didik non Muslim SMKN 2 Padang. Pasalnya, sebagian dari mereka pun mulai percaya diri tidak menggunakan Jilbab. Seolah mereka tidak membohongi lagi identitasnya sebagai siswi non Muslim. Dan mereka begitu mensyukurinya.

Lalu, bagaimana pandangan Islam terkait pemaksaan penggunaan jilbab untuk non Muslim? Haruskah mereka yang berbeda agama, kepercayaan, hingga keyakinannya tetap dipaksaan menggunakan atribut keIslaman?

Sejatinya, tidak ada paksaan dalam Islam, sebagaimana Allah Swt berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 256 yang artinya “Tidak boleh ada paksaan dalam hal agama.” Begitu jelas firman Allah Swt tersebut. Alih – alih memaksakan hal – hal yang berkenaan dengan atribut KeIslaman, dalam hal memeluk suatu Agama pun sama sekali tidak dibenarkan adanya paksaan. Bahkan, sekalipun Islam di tanah air ini tercatat sebagai agama mayoritas, pemaksaan penggunaan Jilbab untuk agama lainnya adalah suatu hal yang melanggar toleransi.

Terkait toleransi, Rasulullah Saw, Sang Uswatun Hasanah telah banyak memberikan teladan untuk pengikutnya. Dalam sebuah hadits dikisahkan, bahwa Nabi Saw suatu hari di tengah jalan melihat jenazah orang Yahudi. Lalu, beliau berhenti sejenak dengan khusyu’ menatap ke jenazah tersebut. Salah seorang menegur beliau, “Bukankah jenazah tersebut orang Yahudi”. Nabi Saw menjawab, “Bukankah dia juga manusia”  (HR. Bukhari)

Begitu humanisnya Rasulullah Saw. Jenazah dari kaum Yahudi pun beliau hormati. Terlebih kepada manusia biasa, meskipun dia berbeda Agama. Sejatinya, hal ini pun yang tidak hanya sekedar kita teladani, namun harus kita ikuti. Mereka yang berbeda, tidak seharusnya melakukan apa yang menjadi kewajiban Umat Muslim, hingga apa yang menjadi atribut atau identitas seorang Muslim.

Kejadian di SMKN 2 Padang baru – baru ini, dapat menjadi pembelajaran untuk semua. Nilai – nilai toleransi di dalam diri seolah dipertanyakan dengan adanya kejadian ini. Masihkah tersisa rasa toleransi itu? Rasa menghormati serta menghargai mereka yang berbeda? Rasa yang tak tega memaksakan sesuatu yang tidak dikehendaki yang lain? Hingga rasa peka, simpati, hingga empati merasakan seolah ada diposisi mereka. Karena dengan memaksakan sesuatu yang bukan menjadi identitas mereka, begitu menyakiti mereka.

Teringat apa yang disampaikan Hz.Khalifatul Masih Al Khaamis, Hz. Mirza Masroor Ahmad Aba:

Nama Islam artinya adalah perdamaian dan persaudaraan. Dalam bahasa Arab, kata ‘Islam’ artinya adalah menyebarkan kedamaian dan keamanan, dan menyebarkan kasih sayang dan cinta kasih. Ajaran-ajaran inilah yang merupakan realitas Islam.”

Berharap, sesuai dengan arti dari kata Islam itu sendiri, para pemeluk Islam dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari – hari. Hingga tak hanya sekedar arti, perdamaian, keamaan, juga menebarkan kasih sayang dan cinta kasih, dapat dilakukan tak hanya kepada sesama pemeluk Islam, hingga kepada mereka yang berbeda Agama, keyakinan, dan  kepercayaannya. Dan pada akhirnya, tak ada lagi paksaaan, untuk menggunakan atribut Keislaman.


Oleh : Mutia Siddiqa Muhsin

Referensi:

  1. regional.kompas.com/read/2021/01/23/14262201/kontroversi-aturan-jilbab-untuk-siswi-non-muslim-smkn-2-padang-berujung?page=all
  2. republika.co.id/berita/qngxy5366/jilbab-smkn-2-padang-nadiem-pemerintah-tidak-maklumi-part1
  3. kompas.id/baca/dikbud/2021/01/26/siswa-nonmuslim-di-smk-2-padang-mulai-lepaskan-jilbab/
  4. ahmadiyah.id/islam-hakiki-untuk-masyarakat-jepang.html

Sumber Gambar : kompas.com