Donor Darah Saat Puasa, Bagaimana Sebaiknya?

664
Donor Darah Saat Puasa, Bagaimana Sebaiknya?
Di malam hari, bisa saja kita mendonorkan darah kita, namun selama Ramadan malam hari kita disibukkan dengan tarawih. Rasa-rasanya pagi hingga sore hari lah waktu yang lebih luang untuk donor. Namun saat itu kita sedang berpuasa. Mari kita bahas bagaimana pandangan Islam terkait hal kontemporer ini.

Bagi sebagian kita yang biasa donor darah, barangkali bertanya-tanya “Apakah Islam mengizinkan kita untuk donor darah saat tengah berpuasa?”. Terkadang, PMI bahkan kekurangan stok darah saat Ramadan karena kebutuhan tidak berbanding lurus dengan jumlah pendonor. Bagaimanapun selama Ramadan pasokan darah harus stabil baik di PMI atau rumah sakit.

Di malam hari, bisa saja kita mendonorkan darah kita, namun selama Ramadan malam hari kita disibukkan dengan tarawih. Rasa-rasanya pagi hingga sore hari lah waktu yang lebih luang untuk donor. Namun saat itu kita sedang berpuasa. Mari kita bahas bagaimana pandangan Islam terkait hal kontemporer ini.

Malik Saifur Rahman, seorang mufti atau ahli hukum Islam menulis:

“Puasa tidak menjadi batal hanya dengan mendonorkan darah. Akan tetapi, -bila- dikarenakan melakukan demikian (donor) timbul kelemahan, maka kita hendaknya berbuka puasa. Dikarenakan donor darah terkadang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang dan setelahnya diizinkan untuk puasa serta Allah Taala telah memberikan keringanan ini, maka kita hendaknya mendonorkan darah. Barangsiapa yang mahrum dari mengkhidmati seseorang karena alasan puasa semata, maka dia tidak melakukan suatu kebaikan apapun” (Fiqih Ahmadiyah)

Dari pemaparan beliau, jelas kiranya donor darah tidak lah membatalkan puasa. Bahkan karena semangat Ramadan, kita dituntut untuk mengkhidmati umat manusia jauh lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Sayang sekali kita terluput dari kesempatan menyelamatkan nyawa orang lain dengan alasan tengah puasa semata. Secara teknis, donor darah tidak lah memasukkan zat asing ke dalam tubuh sehingga dapat membuat puasa menjadi batal. Sehingga kita tidak perlu lagi ragu akan hukum kebolehannya.

Adapun bila fisik menjadi lemas, cenderung akan pingsan seusai donor maka berbukalah. Menyelamatkan nyawa lebih diutamakan dari pada mempertahankan puasa namun membahayakan. Pada kenyataannya, donor darah tidak membahayakan fisik meski saat itu kita tengah berpuasa. Ini adalah kasus-kasus tertentu saja dimana terkadang ada orang yang menjadi lemas seusai donor.

Jadi, jangan ragu untuk donor darah dan melayani sesama manusia meski kita tengah berpuasa.


Oleh : Ammar Ahmad

Sumber Gambar : Generated with copilot AI