Jum’at – hari yang dipilih Tuhan

190
"Hai orang-orang yang beriman! apabila kamu diseru untuk shalat pada hari jum'at, maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika sekiranya kamu mengetahui" (Q.S Al-Jumu'ah : 10)

Di kalangan masyarakat dunia ketiga, tentunya sudah tak asing lagi bahwa di dalam tatanan bumi yang indah ini terdapat tujuh hari, yakni, hari senin, selasa, rabu, kamis, jum’at, sabtu, dan minggu. Sungguh hal ini tak diragukan lagi, bahwa anak kecil pun tahu akan hal ini. Namun ada hal yang istimewa disini yaitu ada salah satu hari yang mana Allah SWT merahmati hari tersebut. Hari itu Ialah hari jum’at.

Di dalam Al-Qur’an Syarif Allah swt berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman! apabila kamu diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika sekiranya kamu mengetahui” (Q.S Al-Jumu’ah : 10)

Ayat Al-Qur’an ini mengandung suatu perintah yang mana Allah swt memerintahkan dan menghendaki  supaya seluruh umat manusia yang beriman kepada Allah swt, baik laki-laki maupun perempuan harus bergegas meninggalkan jual-beli dan segala pekerjaannya demi mendirikan shalat jum’at yang istimewa.

Muncul sebuah pertanyaan, jika shalat itu sama dengan shalat lainnya, maka apa istimewanya shalat jum’at? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu sekali diperhatikan bahwa shalat jum’at didirikan hanya dua rakaat saja, namun sebelum shalat dimulai ada khutbah terlebih dahulu. Pada hakikatnya ketika seorang khatib menyampaikan khutbahnya maka kondisi itu sama dengan dua rakaat shalat. Jadi disini genaplah sudah empat rakaat shalat yang telah didirikan, yang mana biasanya shalat di siang hari itu yakni shalat dzuhur empat rakaat.

Lalu, terkait khutbah jum’at yang keramat ini, sebagaimana Allah swt meridhoi kondisi ini yakni, seorang khatib menyampaikan hal-hal yang bersifat spiritual atau keagamaan dan para pendengar menyimaknya dengan penuh perhatian. Maka dalam kondisi inilah petunjuk, rahmat, karunia, dan ridho Allah pun turun dari langit lalu menyelimuti hamba-hamba itu yang melaksanakan shalat jum’at. Karena memang manusia tak bisa membuat jalannya masing-masing maka dari itu Allah lah yang membuat jalan bagi hamba-hamba-Nya. Dan shalat jum’atlah yang menjadi salah satu jalan bagi umat manusia untuk menuju Khalik-Nya.

Dalam hadits pun terdapat dalil-dalil mengenai shalat jum’at, salah satunya yaitu;

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang meninggalkan shalat Jum’at tiga kali karena meremehkannya maka Allah akan mengunci hatinya.”(HR. Abu daud, An- Nasai dan At-Tirmidzi)

Baik diperhatikan, di dalam hadits ini diperjelas atau diterangkan bahwa barangsiapa yang tak mendirikan shalat jum’at dikarenakan ia lalai dan tak mengindahkannya maka orang itu akan di cap hatinya oleh Allah swt. Disini dikatakan bahwa tiga kali saja meninggalkan shalat maka Allah tak kan memberikan petunjuk, rahmat, karunia, dan ridho-Nya kepada orang tersebut. Kata-kata dalam hadits tersebut bermakna bahwa betapa pentingnya melaksanakan shalat jum’at.

Sungguh menakjubkan, betapa besarnya kasih sayang Allah ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Dia membimbing umat manusia agar tak tersandung ke dalam jurang dosa dan kemudharatan. Karena potensi manusia dalam melakukan dosa itu besar maka Allah ta’ala menuntun manusia agar tidak jatuh salah satunya melalui shalat jum’at ini. Ini hari yang dipilih langsung oleh Tuhan. Hari yang mana makanan ruhani dibagikan, dan pohon keimanan yang ada dalam diri manusia disirami air dan dibekali pupuk.

Hari jum’at juga merupakan hari id bagi umat islam, selain idul fitri dan idul adha. Inilah hari yang istimewa. Maka dari itu istimewalah di sisi Allah bagi siapa yang mengistimewakan hari jum’at.


Ditulis oleh : Nasrul
Sumber referensi : Al-Qur’an & Hadits

image: https://beta.mta.tv/programme/113911/friday-sermon-5th-april-2024