Islam, Agama untuk seluruh umat Manusia

189
Islam adalah agama yang berbeda dengan agama terdahulu yang terbatas hanya untuk satu kaum dan satu masa saja.  Misi Hadhrat Rasulullah saw tidak hanya terbatas pada kaumnya saja yakni Arab dan tidak juga dikhususkan untuk satu masa yang khusus saja melainkan untuk seluruh kaum di dunia ini dan juga untuk sepanjang masa.
Islam adalah agama yang berbeda dengan agama terdahulu yang terbatas hanya untuk satu kaum dan satu masa saja.  Misi Hadhrat Rasulullah saw tidak hanya terbatas pada kaumnya saja yakni Arab dan tidak juga dikhususkan untuk satu masa yang khusus saja melainkan untuk seluruh kaum di dunia ini dan juga untuk sepanjang masa.

Islam adalah agama yang berbeda dengan agama terdahulu yang terbatas hanya untuk satu kaum dan satu masa saja.  Misi Hadhrat Rasulullah saw tidak hanya terbatas pada kaumnya saja yakni Arab dan tidak juga dikhususkan untuk satu masa yang khusus saja melainkan untuk seluruh kaum di dunia ini dan juga untuk sepanjang masa. Oleh karena itu, orang-orang Muslim hendaknya memperhatikan sama semua kaum. Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran:

قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡ جَمِيعًا ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ

Artinya: “Wahai nabi, katakanlah kepada manusia bahwa, Allah Ta’ala telah mengirimku sebagai rasul bagi kalian semua. Dialah Tuhan pemilik seluruh alam yakni pemilik langit dan bumi”. (Al-A’raf 07:159)

Berkenaan dengan ayat ini, terdapat juga dalam sebuah hadist bahwa Rasulullah saw memiliki lima kelebihan yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi sebelumnya yakni:

“Kepadaku dianugerahkan 5 kelebihan yang tidak pernah diberikan kepada nabi-nabi sebelumku. (1) Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepadaku ruub (wibawa) sejauh satu bulan perjalanan, (2) untukku seluruh tempat di bumi ini bisa dijadikan masjid dan bersuci, (3) bagiku diperbolehkan untuk membagi-bagikan harta rampasan perang (ghanimat), (4) aku telah dianugerahi sebagai pemberi syafaat,  dan (5) nabi-nabi sebelumku hanya diutus untuk satu kaum saja akan tetapi aku diutus untuk seluruh umat manusia. Lima kekhususan yang terdapat pada Hadhrat Rasulullah saw ini sangat bersinar pada diri beliau saw, namun sekarang kami hanya akan menjelaskan dengan sangat jelas kekhususan Rasulullah saw yang kelima saja yakni mengenai pesan Hadhrat Rasulullah saw untuk seluruh kaum di dunia ini bukan hanya untuk satu kaum saja.”  (Shahihul-Bukhari, Kitabut-Tayammum, Babut-Tayammum, Hadith No. 335)

Oleh karena itu, selain ayat yang jelas yang diturunkan oleh Allah Ta’ala bahwa agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw adalah agama syariat terakhir untuk seluruh umat manusia. Rasulullah saw juga memberikan penekanan bahwa salah satu kekhususan yang diberikan kepada beliau saw adalah beliau dikirim untuk seluruh kaum di dunia ini. Tidak seperti Nabi Isa as yang dikirim hanya untuk Bani Israil saja, tidak seperti Nabi Shaleh as yang hanya dikirim untuk kaum Tsamud saja dan sebagainya. Nabi-nabi sebelum Rasulullah saw hanya dikirim untuk satu kaum saja, oleh karena itu hanya Islam lah yang memiliki hak untuk menyebarkan agamanya ke seluruh dunia.

Kemudian Islam juga  adalah syariat terakhir dan tidak ada yang dapat menghapusnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينًا

Artinya: “Wahai Manusia, sekarang akan Kusempurnakan agama kalian dan akan Aku bukakan seluruh pintu nikmat-Ku  untuk kalian dan Aku telah meridhai Agama Islam untuk kalian”. (Al-Maidah 05:04)

Terdapat pada riwayat bahwa suatu kali orang-orang Yahudi berkata kepada Hadhrat Umar ra, telah turun ayat ini kepada orang-orang (…..ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ) jika saja ayat ini turun kepada kami maka kami akan menjadikan hari tersebut sebagai hari ied. Hadhrat Umar ra berkata Allah Ta’ala telah menjadikan hari itu ied bagi kami  karena ayat ini turun pada saat Hadhrat Rasulullah saw sedang berhaji dan di tempat beberkat Arafah, selain itu setelahnya merupakan Iedul Adha dan aku mengingat semua rincian peristiwa tersebut. (Shahihul-Bukhari, Kitabut-Tafsir, Tafsiru Suratil-Ma’idah, Babu Qaulihi Al-Yauma Akmaltu Lakum Dinakum, Hadith No. 4606)

Kemudian terdapat dalam hadist, Hadhrat Rasulullah saw sendiri bersabda:

اِنِّيْ اَخِرُ الاَنْبِيَاءِ وَ مَسْجِدِيْ هَذَا اَخِرُ المَسَاجِدِ

Artinya: “Aku adalah nabi terakhir (setelahku tidak akan datang nabi yang menghapuskan masa kenabianku) dan masjidku ini adalah masjid terakhir (yang setelahnya tidak akan ada tempat peribadahan yang dapat menghapuskan masjidku lalu melakukan cara peribadahan yang baru)”. (Shahihu Muslim, Kitabul-Hajj, Babu Fadhlish-Shalati Bi-Masjidai Makkata Wal-Madinah,Hadith No. 3376)

Hendaknya diingat bahwa kata-kata (Masjidku ini adalah masjid terakhir) maksudnya sekali-kali bukanlah setelah masjid Rasulullah saw ini tidak akan dibuat masjid lagi karena kita melihat bahwa setelah itu, Rasulullah saw dan para khalifahnya telah membuat banyak sekali masjid-masjid dan sampai sekarang di negara-negara Islam ratusan ribu masjid dibangun. Oleh karena itu maksudnya adalah di masa mendatang tidak akan ada masjid yang dibangun yang bertentangan dengan masjidku bahkan akan dibangun masjid-masjid yang menyerupai masjidku.

Dan hakikat ini telah dijelaskan dalam satu corak yang halus yang lain yakni Rasulullah saw bersabda, “Aku dan hari kiamat senantiasa bersama satu sama lain seperti dua jariku ini dipertemukan (dan ketika bersabda demikian Rasulullah saw berdiri dan merapatkan kedua jarinya)”. (Shahihul-Bukhari, Kitabur-Riqaq, Babu Qaulin-Nabiyyi saw Bu‘ithtu Ana Was-Sa‘atu Kahatain, Hadith No. 6505)

Hadist ini artinya sekali-kali bukanlah bersama dengan kematian Rasulullah saw, kiamat akan datang. Karena ini selain bertentangan dengan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi juga bertentangan dengan tujuan pengutusan Rasulullah saw, jika kiamat terjadi setelah kewafatan Rasulullah saw. Maka di dalam hadist ini pun terdapat isyarah bahwa masa syariat Nabi Muhammad saw akan sampai pada hari kiamat dan setelahnya tidak akan datang lagi syariat lain yang setelah mengahapuskan syariat Nabi Muhammad saw, memulai satu masa baru. Singkatnya, sebagaimana dari segi tempat misi Rasulullah saw luas dan tanpa batas dan semua kaum di dunia ini tidak terkecuali dari seruan beliau saw. Demikian pula dari segi zaman pun misi beliau saw tidak terbatas hanya pada satu zaman saja melainkan sampai hari kiamat, luas dan tanpa batas.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita karunia dan ridha-Nya sehingga kita tidak luput dari nikmat Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah saw ini, aamiin.


Oleh : Abdul Ghandi

Sumber :
Hadhrat Mirza Basyir Ahmad, Sirat Khataman Nabiyin bag III, 1938, Qadiyan
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke 5 tahun 2018
Al-Qur’an Terjemah Singkat cetakan ke 5, JAI,2014,dicetak oleh neratja press.
Imam Muhammad bin Ismail rh, Kitab Shahih Bukhari terjemah dalam Bahasa Urdu
Abul Husain Muslim, Kitab Shahih Muslim terjemah dalam Bahasa Urdu

Image: https://beta.mta.tv/programme/113333/friday-sermon-8th-march-2024