Menanyakan Agama Seseorang tanpa Alasan

388

Terkadang ada sebagian orang di dalam masyarakat kita yang masih suka bertanya apa agama dari orang yang baru saja dikenal. Beberapa orang memandang risih dengan pertanyaan demikian di awa-awal perkenalan. 

Seberapa pentingkah pertanyaan semacam itu? Apakah kita menanyakan nya karena memang memiliki alasan yang dapat dibenarkan? Atau hanya sebatas kepo?

Beberapa alasan berikut seringkali digunakan beberapa orang guna menanyakan agama kawannya. 

  1. Alasan pertama, untuk saling mengingatkan waku beribadah. 
  2. Kedua, saling mengontrol, atau menasehati. 
  3. Ketiga, pergaulan jadi semakin terarah. 
  4. Keempat, menjadikan kita umat yang lebih baik. 
  5. Dan yang terakhir, identitas agama dibutuhkan supaya tahu bagaimana mendoakan waktu meninggal, atau supaya tidak salah memberikan makanan yang non halal, dan alasannya lainnya.

Faktanya, semua manusia punya kebiasaan yang namanya kepo, alias ingin cari tahu. Lagaknya seperti orang yang perhatian, seperti manusia peduli. Memulai dengan pertanyaan: “Eh, si anu kerjanya apa? sudah nikah belum? Tinggalnya di mana?” Begitulah kaum kepo untuk memulai obrolannya. Tidak hanya sampai di situ. Ternyata masih berlanjut bertanya hal-hal lain guna mencoba menggali informasi-informasi pribadi. 

Terungkap bahwa empat puluh dua persen karyawan atau tenaga profesional di Indonesia sering mengecek foto profil seseorang sebelum melakukan meeting atau rapat. Laporan studi mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan orang Indonesia lebih memperhatikan image dibandingkan orang-orang di Sembilan belas negara lain.

Di satu sisi, sebagian kita kepo karena merasa ada sesuatu yang blunder. Makanya beberapa public figure sering klarifikasi guna meluruskan hal yang miss atau tak sesuai fakta. Kecenderungan kepo ini juga membawa hal-hal yang berdampak negatif. 

Nah, apakah agama termasuk hal privasi, mengingat sebagian masyarakat merasa resah bila ditanya soal agama yang dianutnya?

Sebenarnya ini sama seperti pertanyaan pribadi lainnya dan kurang pantas disebar di sosial media. Kita tahu pasti, sejak beredar data-data pribadi yang bocor oleh Bjorka, otomatis kita mulai lakukan pengamanan akun, data KTP, no. rekening bank dll supaya terhindar dari hal yang tidak diinginkan. 

Jangan juga kita sendiri malah dengan mudahnya menyebar kan konten soal kegiatan pribadi di sosial media secara berlebihan. Kita perlu juga membatasi informasi kehidupan pribadi di sosial media.

Alhasil, agama kita apa sebaiknya tidak perlu diutarakan tanpa sebab dan tujuan benar. Kalau ada yang bertanya mengenai apa agama kita, coba tanya balik “Tujuan bertanya tentang agamaku apa ya?” Supaya bisa menyaring dan memberikan informasi kepada orang yang tepat. 

Jika kesal ketika ada orang yang sengaja membongkar privasi orang lain, lalu melampiaskan kekesalan tersebut di sosial media maka itu bukanlah solusi. Yang ada malah kena hujat habis-habisan. Sebaiknya batasi aktivitas sosial media untuk rehat sejenak. Pengganti aktivitas sosial media bisa dengan kegiatan olahraga, membaca, menulis, dan kegiatan lainnya yang bermanfaat. 

Menertawakan ketidakmampuan otoritas dalam pengamanan data itu hal lain, jika Anda sendiri tidak peduli dengan pengamanan data pribadi (yang sebenarnya privasi Anda) bisa dibayangkan betapa bahagianya para pencuri data di Indonesia? Boleh saja kita menjawab agama kita apa, tapi di situasi yang tepat kepada pihak yang memang benar-benar membutuhkan informasi tersebut. 

Oleh : Hafiz Abdul Jabbar

Referensi:

https://www.indonesiana.id/read/137492/filosofi-manusia-kepo-orang-orang-yang-belum-kelar-dengan-diri-sendiri
https://www.viva.co.id/arsip/620615-riset-online-orang-indonesia-paling-kepo?page=4
https://www.suara.com/news/2020/12/11/132439/keren-tanggapi-isu-pertanyaan-agama-bapak-ini-wakili-isi-kepala-warganet?page=all
https://www.dream.co.id/photo/sebut-agama-privasi-ini-fakta-farel-prayoga-penyanyi-cilik-ojo-dibandingke-yang-pernah-viral-goyang-.html
https://kumparan.com/syarif-yunus/filosofi-manusia-kepo-1siknmSLYo6#:~:text=%22Barangsiapa%20yang%20melihat%20ke%20dalam,manusia%20untuk%20menjauhi%20sifat%20kepo.