Susu, Minuman Menyehatkan yang Dianjukan para Nabi

330

Allah swt berfirman,

“Dan sesungguhnya bagimu pada binatang ternak pun ada sarana pelajaran. Kami memberi minum kamu daripada apa yang berada dalam perutnya, yang terdapat diantara kotoran dan darah, susu yang murni dan sedap untuk orang-orang yang meminumnya.” (QS An-nahl: 66)

Sudah tak diragukan lagi bahwa susu memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari untuk usia anak-anak hingga manula. Susu pun memiliki beragam bentuk mulai dari yang cair, bubuk murni, instan, berasal dari tumbuhan seperti kacang kedelai maupun berasal dari hewan seperti sapi dan kambing.

Susu sapi mengandung protein, karbohidrat, lemak, omega 6, kalsium dan vitamin D. Susu murni tidak mengalami penambahan maupun pengurangan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Di dalam satu gelas (250ml) susu murni setidaknya mengandung 150 kalori, sekitar 8 gram protein, 280mg kalsium, dam 98 IU (International Units) vitamin D.

Susu murni memiliki efek positif dan negatif bila dikonsumsi. Berikut efek positifnya yaitu menjaga kondisi otot, menendalikan berat badan, dan mengurangi resiko sindrom metabolik. Susu murni mengandung protein dengan kualitas baik dan sumber energi. Protein yang terkandung di dalam susu murni dapat meningkatkan massa otot dan membantu memperbaiki otot. Menurut penelitian, kandungan lemak dan kalori yang ada dalam susu murni dapat mengontrol berat badan. Meski begitu, sampai saat ini penelitian masih terus dilakukan untuk membuktikan efektivitas susu murni terhadap penurunan dan peningkatan berat badan. Menurut penelitian, susu murni juga dapat membantu mengurangi resiko sindrom metabolik seperti obesitas, resistensi insulin, kadar kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein) yang rendah dan kadar trigiserida yang tinggi. Sehingga bermanfaat menurunkan resiko mengalami diabetes dan gangguan jantung. Selain itu, susu diyakini dapat meningkatkan kesuburan.

Sedangkan efek negatif dari pengonsumsian susu secara berlebihan yaitu meningkatnya kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein) dalam tubuh. Hal ini terjadi karena susu murni mengandung lebih banyak lemak, dibandingkan susu skim atau susu rendah lemak. Selain itu juga fungsi ginjal akan terganggu karena meningkatkan kandungan kalium di dalam ginjal. Sebagian manfaat dan efek samping susu murni bagi tubuh, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan menu susu murni ke dalam menu harian.

Selain susu murni, kita juga menganal susu sapi instan. Susu sapi instan saat ini sudah mendapatkan tambahan bahan lainnya seperti pemanis buatan yang terkandung dalam susu kental manis dan mengandung bahan dasar ikan pada susu sapi bubuk instan. Susu bubuk dinilai lebih praktis karena awet dan bisa disimpan lebih lama, serta memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dengan susu murni. Lalu bagaimana menyikapi adanya produk instan susu sapi bubuk yang mengandung senyawa bahan dasar ikan ini?

Dalam hadist tidak terdapat penjelasan mengenai pelarangan memakan hewan darat dan hewan laut secara bersamaan, meskipun itu hadist dhoif.  Yang berarti tidak diharamkan atau makhruh untuk memakan keduanya secara bersamaan. Masalah ini dikembalikan lagi kepada ahlinya di bidang kedokteran dan kesehatan.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajiid juga pernah berkata ketika berliau ditanya tentang masalah ini khususnya dalam menyantap ikan bersama minum susu, lalu beliau mengatakan : “Tidak ada riwayat dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melarang minum susu dan makan ikan bersamaan. Jika tidak ada riwayatnya, maka dikembalikan masalah ini kepada ahli kedokteran/kesehatan.” (Muhammad Shalih Al-Munajiid, Al-Qismu Al-‘Araby Mauqi’I Al-Islam, Sual wa jawab, (http://www.islamqa.com), Juz 5, hal 8069

Untuk kombinasi susu dengan daging, ikan maupun telur dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Selama belum ada penelitian yang membuktikan bahaya mengonsumsi hewan darat dan laut secara bersamaan, maka diperbolehkan untuk mengonsumsi susu yang dicampur dengan bahan dasar ikan tersebut.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa mencampur makanan darat dan laut dapat menimbulkan mudharat bagi kesehatan tubuh. Melansir suara.com, ahli gizi sekaligus penulis Food Sanity : How to Eat in A World of Fads and Fiction, David Friedman pun membenarkan bahwa “Kita tidak bisa menonsumsi 2-3 jenis daging tersebut secara bersamaan dalam satu piring atau satu waktu. Karena setiap daging memiliki kandungan yang berbeda-beda. Daging ayam membutuhkan 1,5-2 jam untuk dicerna sedangkan daging laut hanya membutuhkan 30 menit untuk dicerna. Berbeda lagi dengan daging sapi dan kambing yang membutuhkan waktu 5 jam untuk dicerna. Proses pencernaan daging merah (sapi, kambing, dll) membutuhkan lebih banyak sekresi asam oleh sel parietal lambung dan sekresi enzim yang lebih aktif oleh pankreas agar pencernaan lebih optimal. Ketika tubuh memproduksi asam berlebih saat mengonsumsi daging merah dan daging unggas atau ikan, kondisi itu dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti refluks asam, mulas, sakit perut dan kembung,” jelas David Friedman.

Terlepas dari bahaya atau tidak, minum susu harus menjadi kebiasaan. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW ,”Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa jalla ketika menurunkan penyakit pasti juga menurunkan obatnya, kecuali penyakit tua. Lalu hendaklah kalian meminum susu sapi, karena ia makan dari berbagai macam tumbuhan.” (HR. Abu Dawud).

Karena khasiat inilah, Mirza Ghulam Ahmad (Hadhrat Ahmad), pendiri Jemaat Muslim Ahmadiyah, memberikan segelas susu kepada tamunya. Mirza Basyir Ahmad, putra dari Hadhrat Ahmad, menceritakan: “Ada seorang sahabah yang sangat saleh dan berpembawaan sangat sederhana bernama Sithi Ghulam Nabi, yang sebenarnya adalah penduduk Cakwal tetapi beliau membuka toko di Pindi; beliau menceritakan kepada saya bahwa: “Pada suatu kali untuk berjumpa dengan Hadhrat Ahmad saya datang ke Qadian. Saat itu adalah musim dingin dan sedang hujan rintik-rintik. Saya sampai ke Qadian pada waktu malam. Pada malam itu setelah selesai makan saya berbaring maka itu sampai pada larut malam dan kurang lebih sudah jam 12 malam, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar saya. Saya bangkit lalu membuka pintu, ternyata Hazrat Ahmad berdiri di sana. Di sebelah tangan beliau ada segelas susu panas dan di tangan beliau yang sebelah ada lampu semprong. Begitu saya melihat Hudhur (panggilan kehormatan untuk seorang pemimpin) saya kaget, tetapi Hudhur dengan lemah-lembutnya bersabda, “Ada susu datang dari suatu tempat, saya berfikir saya harus memberikan kepada Tuan. Tuan minumlah susu ini, mungkin Tuan biasa meminum susu, karena itu saya datang membawa susu untuk Tuan”. Sithi Sahib biasa mengatakan bahwa: “Tidak terasa air mata saya mengalir dengan sendirinya. Subhanallah, betapa mulianya akhlak beliau. Al-Masih pilihan Tuhan, betapa beliau merasakan kelezatan mengkhidmati tamu dan menghibur tamunya yang sedemikian hina ini dan betapa beliau menyusahkan diri beliau” (Siratul Mahdi bagian 3: referensi Sirat Tayuyibah dari Mirza Basyir Ahmad).


Oleh : Muliawati Khaerani

Sumber :

www.ibudanbalita.com

www.alodokter.com

Sumber Gambar : Photo by ROBIN WORRALL on Unsplash